Medan (SIB)- Pdt Demia J Wau STh mengatakan “valentine’s day†atau yang sering disebut dengan hari kasih sayang bagi umat Kristiani tidaklah merupakan sebuah momen yang harus diperingati dan juga bukan merupakan kegiatan yang sangat menentukan. Hari kasih sayang bagi umat itu setiap hari tidak ada batasan waktu. “Kasih sayang bagi umat Kristen berasal dari kata kasih yang sejak dunia diciptakan dan sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sudah mengasihi dunia ini hingga sampai kedatangan Tuhan Yesus maka kasih sayang umat Kristen sepanjang masa,†ujar Pendeta Resort 43 Jemaat BNKP kepada SIB, Rabu (16/2).Lanjut Demia, kasih Agape yaitu kasih yang tidak memandang bulu, tidak bersyarat, tidak melihat keadaan orang yang dikasihi, tidak mengungkit-ungkit kesalahan, bersifat terus-menerus dan sama-sekali berdasarkan kasih yang benar-benar tidak mengharapkan imbalan yang berasal dari Allah itu adalah kasih yang sempurna yang tidak dilihat oleh kalender, waktu, uang maupun dalam kondisi apapun. Artinya itu adalah, sepanjang orang percaya itu hidup dan mau mengatakan bagi dirinya, bagi sesamanya bahwa mereka adalah sebagai keluarga Allah mereka akan selalu menerima kasih sayang yang sejati dari Tuhan Yesus.Saat SIB tanya salahkah apabila umat Kristen merayakan hari Valentine’s, Demia mengatakan, kita hidup di dunia yang semakin canggih dan modern dan serba banyak kegiatan maka mau tidak mau kita masuk di dalamnya. Bagi kita sebagai orang percaya kepada Kristus bila momen ini dirayakan dalam bentuk kegiatan sukacita terlebih di antara pemuda itu sah-sah saja sepanjang pelaksanaan kegiatannya itu tidak menjurus ke hal-hal duniawi yang tidak terkendali.“Silahkan melakukan itu dan menyatakan kasih seorang kepada yang lain, bahkan tidak jarang hari valentine itu juga ada seseorang diberi kesempatan untuk dapat jodoh di sana, ada tukar kado, menyatakan cinta satu dengan lain. Semua itu tidak salah sepanjang itu tidak menjurus kepada hal tidak berkenan kepada Tuhan,†jelasnya. (Dik-2/d)