Perayaan Dies Natalis STT HKBP ke-39 Berjalan Aman dan Damai

- Minggu, 23 April 2017 20:07 WIB
Pematangsiantar (SIB) - Perayaan Dies Natalis ke-39 Tahun Sekolah Tinggi Teologi HKBP (STT HKBP) Pematangsiantar, Jumat (21/4) bertempat di Kompleks STT HKBP Jalan Sangnaulauh Pematangsiantar berjalan damai dan penuh sukacita. Hadir antara lain Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, Ketua STT HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan MST, Wakil Ketua STT HKBP Pdt Dr Hulman Sinaga, Pdt Nelly br Hutahaean MSi, Pdt Dr Jusen Boangmanalu, ketua panitia, Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh, Sekjen GKPI, Pdt Jansen Simanjuntak MTh MM, Kadep Marturia HKI, Pdt Tendens Simanjuntak STh, Kabiro Emergency HKBP, Pdt Sunggul Pasaribu MPAK, Dosen FKIP UHN Pematangsiantar, Pdt Midian KH Sirait MTh, Pdt Mangantar Tambunan MTh, Pdt Bernard Manik, Pdt Same Siahaan STh, Pdt Horas Purba STh (para praeses HKBP) serta para dosen dan mahasiswa/i STT HKBP. Perayaan Dies Natalis ke-39 STT HKBP diawali ibadah dengan pengkhotbah Ephorus HKBP Pdt DR Darwlin, liturgis Pdt Dewi Sri br Sinaga, diselangselingi acara lagu-lagu pujian, koor, pelantikan pengurus IAS STT HKBP periode 2017-2021. Selesai ibadah dilaksanakan peluncuran buku berjudul "Orientasi Pendidikan Teologi" dengan editor Pdt Dr Robinson Butarbutar, Pdt Dr Hulman Sinaga dan Pdt Dr Rospita br Siahaan. Buku tersebut diberikan secara simbolis kepada Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh (Sekjen GKPI), mewakili praeses, mewakili undangan dan lain-lain. Dalam upaya mencari dana, Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing didampingi Ketua STT HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan MST memberikan ulos kepada para praeses HKBP yang hadir, Pdt Jansen Simanjuntak MTh MM (HKI), Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh (Sekjen GKPI), Drs Hasudungan Siahaan (mewakili undangan) serta berhasil mengumpulkan dana lebih kurang Rp 100 juta. Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam khotbahnya antara lain mengatakan orang bijak dan pintar selalu mencintai hikmat, didikan, tetapi orang bodoh membenci hikmat dan pendidikan, orang bodoh akan menjadi pecundang, tidak memiliki hikmat dan pendidikan. Orang Kristen yang beridentitas tidak pernah bersikap menyerah terhadap pendidikan dan hikmat. Orang Batak khususnya orang Kristen selalu berprinsip bahwa untuk meraih pendidikan tidak boleh dihambat oleh kemiskinan sekalipun. Hanya orang bijak yang memandang pendidikan itu mempunyai nilai. Tetapi orang bodoh tidak bisa membedakan antara yang baik dengan yang jahat karena orang bodoh tidak punya naluri. (R-22/q)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Bobby Nasution Hadiri Pembukaan Sinode ke-65 HKI di Medan

Agama Kristen

Tiga ASN Pemko Tanjungbalai Diberhentikan Karena Indisipliner

Agama Kristen

Angka Kecelakaan Nihil, Polres Tanjungbalai Sukses Amankan Operasi Ketupat Toba 2026

Agama Kristen

Suhu Capai 36 Derajat, Medan Dilanda Cuaca Panas Ekstrem

Agama Kristen

RUPS PT Sari Mutiara Digelar, Pemegang Saham Soroti Transparansi Laporan Keuangan dan Aset

Agama Kristen

Menkeu Tambah Rp100 Triliun ke Himbara Jelang Lebaran