Jadilah Pemimpin Pembawa Damai

Oleh: Pdt Midian KH Sirait, MTh
- Minggu, 15 Juni 2014 22:49 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Bangsa kita Indonesia akan mengadakan pemilihan Presiden dan Calon Wakil Presiden 9 Juli 2014 mendatang. Dambaan semua pemilih, di antaranya menginginkan pemimpin di masa datang harus mampu membawa damai.  Hal tersebut amat dibutuhkan mengingat bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, pluralis dan berbeda meski disatukan dengan bahasa, tanah air dan bangsa.Kehadirannya akan dinantikan dan kontribusinya dalam menjalankan upaya memimpin yang membawa kesejahteraan bagi banyak orang, sebagaimana dimaksudkan UUD 1945. Pilpres diharapkan akan melahirkan pemimpin bangsa kita untuk lima tahun mendatang yang selalu membawa berkat bagi banyak orang melalui hidup, kata dan perbuatannya di mana saja ia berada.Pemimpin yang didambakan adalah pembawa damai akan terus hidup dalam kebenaran serta berbagi damai yang membawa sejahtera. “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi dan menjadikan bibirnya lebih dapat dipercaya” (Amsal 16:23). Pemimpin seperti itu pastilah integritas hidupnya dapat dimaknai sebagai “kepenuhan kebenaran yang ditandai dengan kebaikan, keadilan, ketulusan, kejujuran, kesetiaan, ketaatan, kepatuhan, dan kepatutan yang mewarnai karakter individu, yang diekspresikan melalui sifat, sikap, pikiran, kehendak, perasaan, perkataan dan perbuatan yang bernilai positif” (bdk Yehez 18:5).Dengan pokok pikiran di atas, maka pemimpin dalam pribadi dan tindakannya selalu diidamkan. Karyanya akan terus melegenda dalam jiwa semua yang dipimpinnya. Nilai kehidupan luhurnya akan menjadi kenangan abadi yang dituturkan dari generasi ke generasi dengan aroma berkatnya.Tak mengherankan jika kita boleh belajar dari Yesus dalam menerapkan pentingnya kata damai dimausd. Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai….” (Mat 5:9a). Kata damai yang dimaksudkan, peace adalah kata yang merupakan dambaan semua orang. Karena dimana ada damai maka di sana adalah keadaan sejahtera yang penuh (whole/ holistic) yang dibangun di atas dan di dalam kebenaran (Yes 32:17).Damai yang substansial ini sifatnya teguh karena melekat pada harkat Allah dan atribut-Nya, yang olehnya kehadiran-Nya adalah kehadiran damai, karena IA adalah sumber damai sejati. Dengan demikian, tatkala Allah hadir dalam kehidupan dan pengalaman setiap pemimpin, di situ kata damai jika dihubungkan dengan pembawa damai,  pastilah hidupnya beranjak dari hatinya yang terjaga baik, sifat, sikap dan kata-kata serta perbuatannya yang memberkati banyak orang. Menjadi pemimpin pembawa damai dalam hal ini adalah pilihan terbaik dan berkualitas, dibanding dengan menjadi pemimpin yang membawa kekacauan.Dari pemahaman diatas ini dapat disebutkan, bahwa pemimpin yang membawa damai jika hal itu dihubungkan dengan kata integritas, maka pemimpin yang integritasnya dapat disebut sebagai suatu keadaan atau kualitas kehidupan positif yang dibangun di atas kebenaran, keadilan, ketulusan dan kejujuran yang telah lengkap atau penuh yang menyentuh segala aspek yang diwujudkan melalui kualitas etika dari kehidupan berintegritas yang membuktikan adanya kebijaksanaan (Yes 32:8).Pemimpin yang membawa damai memiliki kredibilitas dan reputasi yang hebat, agar ia mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada setiap orang. Momotivasi dan menginspirasi setiap orang dalam setiap detik di kehidupan mereka, untuk bersemangat dan bangkit bersama dengan perubahan baru. Dan membuat setiap orang menyadari bahwa perubahan itu penting, untuk mengubah hal-hal yang tertinggal zaman dengan hal-hal baru yang sesuai peradaban dengan duduk bersama semua kekuatan sumber daya manusianya, untuk berbicara tentang perubahan-perubahan itu dengan cara-cara penuh inspirasi dan profesional.Alkitab mengajak kita semua  untuk mengejar damai selagi kita beribadah kepada Tuhan. Sebab dimana ada damai disitu ada itu keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2Tim 2:22).Pemimpin yang membawa damai berarti orang yang berperan aktif dalam perdamaian.Ajaran Yesus bukanlah ajaran pasif tetapi aktif dan punya nilai lebih. Kesaksian Alkitab itu ingin berbicara dengan konteks kehidupan kita sekarang adalah umat manusia tidak hanya dituntut untuk menghindari perselisihan, tetapi secara aktif mengusahakan perdamaian. Aturan itu adalah pengampunan dan usaha aktif untuk berdamai. Ini semua bersumber pada ajaran utama Yesus yaitu kasih. Kasih akan mendorong kita untuk mengasihi musuh-musuh kita sekalipun.Mari kita melihat pada Yesus, Tuhan kita. Dia datang untuk membawa damai. Damai di hati, damai di bumi. Iman kita bukan iman yang mati ketika kita mengupayakan perdamaian. Biarlah kita berdoa: Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai. Perbedaan itu indah untuk saling melengkapi. Dan, keberagaman itu akan semakin indah kalau di dalamnya ada damai, sukacita dan kehidupan yang rukun.Damai dapat terwujud dimana adanya relasi-relasi kehidupan yang baik. Yesus hadir ditengah-tengah kehidupan manusia adalah untuk membawa damai yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Maka jadilah kita pelopor dan pembawa damai disetiap kehidupan kita.Akhirnya, mari kita menyambut Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, untuk memimpin lima tahun ke depan, semua rakyat Indonesia belajar saling melayani dan menjadikan sesama sebagai saudara supaya damai sejahtera semakin dapat dirasakan oleh banyak orang terutama di masyarakat Indonesia. Amin. (Penulis: Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan, tinggal di Balige/h)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

HN Serta Ginting: Pemilu dan Pilkada Harus Ditata Ulang Kurangi “Cost” Politik Jor-joran

Agama Kristen

Ahmad Doli Pimpin Rapat Perdana Masa Transisi Kepemimpinan Jelang Musda Golkar Sumut

Agama Kristen

Indonesia Angkat Praktik Terbaik Pemberdayaan Perempuan di G20 Empower Summit

Agama Kristen

Wali Kota Muslim Pertama New York: Zohran Mamdani Raih Sejarah

Agama Kristen

Darma Wijaya Satu-satunya Kepala Daerah di Sumut Ikuti KPPD Lemhannas RI

Agama Kristen

‘Prabowo for Global Peace’, Saat Dunia Mengakui Mengangumi Pemimpin Dari Indonesia