T Karo (SIB)- BP GBKP Klasis Kabanjahe-Tigapanah (Katipa) secara resmi membuka acara Penabur (Pembinaan Anak Musim Libur) untuk anak KA-KR di Desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah. Klasis Katipa terdiri dari 29 runggun berjumlah 1000 anak mulai Kls V SD sampai Kls III SMP diperkirakan akan hadir. Kegiatan Penabur ini baru pertama dilakukan di GBKP.Demikian Ketua BP GBKP Klasis Katipa Pdt DS Pandia STh didampingi Kabid Persekutuan Pdt Yunus Bangun MTh kepada SIB, Kamis di Kabanjahe.Kegiatan Penabur ini dianggap penting, karena setiap tahun di musim liburan anak sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMU, banyak kegiatan anak-anak tidak terorganisir dengan baik. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh orang tua, baik mengikutkan dalam kursus (les) singkat, bertani, ke pasar sampai liburan ke luar daerah, namun hasilnya tidak terlalu maksimal. Tidak jarang anak-anak sekolah di musim liburan hanya berdiam di rumah atau sekedar santai saja. Dari pengalaman tersebut di ataslah maka Badan Pekerja Gereja Batak Karo Protestan (BP-GBKP) Klasis Kabanjahe-Tigapanah memiliki ide untuk memberikan kontribusi dalam hal pembinaan anak-anak, ujarnya.Moment musim liburan semester bulan Juni 2014 ini bersamaan juga dengan tahun gereja GBKP yaitu: “Peningkatan Kuantitas SDM yang Berkualitas†maka BP-GBKP Klasis Kabanjahe-Tigapanah mengupayakan sebuah kegiatan yang baik dan terorganisasi, maka diangkatlah sebuah kepanitiaan.Ketua panitia Penabur tahun 2014 Pt. Ir. Alam Sembiring, didampingi Sekretaris Dk. Usaha Sitepu, SE dan Bendahara Pt. Bodan Ratna Br Ginting mengungkapkan bahwa kegiatan ini selama 4 hari (22 – 25 Juni 2014) dengan Thema: “Aku Anak Yang Berkualitasâ€. Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak kita meningkat secara mental dan spritual karena didukung oleh narasumber yang berpengalaman di bidangnya, sehingga “Takut Akan Tuhan menjadikan Anak KA-KR tekun dalam Iman dan Belajar†sebagai sub thema bisa terpenuhi.Sasaran dan tujuannya adalah: Meningkatkan spritualitas anak (kebaktian, ibadah pagi, ibadah malam, konseling). Meningkatkan SDM (ceramah kesehatan, narkoba-NAPZA/HIV-AIDS, internet sehat, adat-Budaya Karo dan pendidikan sexualitas). Meningkatkan kreativitas anak (tari, solo, puisi, vocal group, lawak). Meningkatkan wawasan dan persaudaraan (team work, kerja kelompok, permainan).Diharapkan dalam kegiatan empat hari ini bisa menambah pengalaman baru untuk anak KA-KR bisa lebih mandiri dan menambah wawasan dan rasa cinta terhadap manusia, lingkungan dan gereja, tambah Alam Sembiring mengakhiri. (BR2/d)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.