Sipoholon (SIB)- Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA membuka pertemuan akbar remaja-pemuda bertajuk Christival Youth Rally HKBP 2014 diikuti seribuan remaja-pemuda HKBP dari berbagai penjuru tanah air yang terdiri dari 28 distrik, Kamis (24/7) sore di Seminarium Sipoholon.Pembukaan diawali prosesi, dilanjutkan pelepasan balon dan burung merpati oleh pimpinan HKBP bersama Wakil Bupati Taput Drs Mauliate Simorangkir di depan Auditorium Seminarium diiringi dengan lagu-lagu pujian. Acara pelepasan disambut tepuk tangan seribuan remaja-pemuda HKBP. Dalam khotbahnya Ompu i Ephorus HKBP mengatakan, HKBP mempersiapkan generasi muda untuk siap menghadapi tantangan zaman, karena dewasa ini persoalan atau tantangan semakin mengglobal, baik tantangan atau persoalan yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Oleh sebab itu, remaja-pemuda HKBP untuk senantiasa memiliki semangat kebersamaan, karena di dalam kebersamaan itu akan ada kekuatan yang mampu menyelesaikan persoalan atau mampu menyelesaikan tugas-tugas, apalagi tugas itu merupakan amanah Yesus Kristus. "Rasul Paulus sendiri melayani memiliki teman, demikian juga dengan Missionaris Dr IL Nommensen sehingga pelayanannya berhasil dengan baik," jelas ephorus. Ditegaskan, dalam menghadapi tantangan yang mengglobal tersebut, maka remaja-pemuda HKBP harus senantiasa bertekun dalam doa, bersyukur, berkhidmat dan memiliki rasa cinta terhadap sesama. "Berdoalah untuk, bangsa ini, berdoalah untuk pemimpin negara kita, berdoalah untuk permasalahan Palestina serta berdoalah untuk kerukunan umat beragama. Karena Tuhan menciptakan penghuni bumi ini beragam jenis dan di situlah keindahannya," ucap ephorus.Maka, lanjutnya, remaja-pemuda HKBP harus mencintai pemuda di seluruh bumi ini tanpa memandang perbedaan-perbedaan. "Kita semua ciptaan Tuhan, tidak ada warga kelas satu dan warga kelas dua, oleh karenanya jangan ada lagi pembongkaran gereja, dan remaja-pemuda harus miliki semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan zaman," harapnya. Acara ibadah pembukaan itu, meskipun listrik padam dan gengset PLN tak berfungsi, tetap berlangsung hikmat dan penuh suka cita. Seribuan remaja-pemuda tersebut akan mengikuti berbagai kegiatan selama 4 hari dan berakhir 27 Juli 2014. (E1/f)