Bahan Bacaan: Kejadian 13-14Konflik dan kedamaian adalah dua hal yang bertolak belakang. Konflik membuat ikatan kasih menjadi hilang. Setiap orang pasti pernah mengalami konflik, tetapi belum tentu dapat mengambil keputusan yang baik ketika konflik itu datang. Robert Schuller berkata “Kita adalah makhluk pilihan; kita mempunyai kemampuan untuk memilih, bagaimana cara kita bereaksi terhadap keadaan apa sajaâ€. Bunda Teresa juga pernah berkata : “Jika tidak ada kedamaian di antara kita, itu dikarenakan kita melupakan bahwa kita memiliki satu sama lainâ€.Berada di tengah konflik dengan orang lain, memang tidak gampang. Kita akan mudah terdorong untuk mendahulukan kepentingan diri kita sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Namun marilah kita mengingat pesan Paulus kepada jemaat Filipi “...hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri, dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga†(Flp.2:3-4). Mari kita lihat dan baca teladan Abram serta mempelajari kekuatan kasih yang tanpa batas dan tidak terhalangi oleh kegagalan sekalipun. Abram berpegang kepada janji Allah dan bahwa Allah akan menepati janjiNya. Namun seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu diuji. Pertama, dengan adanya kelaparan di negeri Kanaan (Kej.12:10-20). Kedua, perselisihan dengan keponakannya sendiri yaitu Lot. Ia harus menghadapi konflik dimana mereka harus berbagi tempat satu sama lain. Dari sini kita melihat bahwa yang namanya masalah akan selalu ada, tetapi hal yang paling penting adalah bagaimana kita merespons masalah itu.Abram tidak mengulangi kesalahan seperti yang dilakukan di Mesir. Ketika terjadi perkelahian antara gembalanya dengan gembala Lot, Abram berinisiatif untuk menyelesaikan konflik itu dengan damai. Ia mempersilahkan Lot untuk memilih tempat terlebih dahulu, meskipun ia pamannya dan berdasarkan usia, tentu Abram lebih tua. Namun ini berbeda dengan Lot. Bagi Lot kesempatan memilih lebih dahulu menjadi kesempatan untuk mendapatkan apa yang terbaik. Lot memilih tempat yang menurut dia terbaik tanpa mempertimbangkan lingkungan di sekitarnya. Padahal orang-orang yang tinggal di Sodom dan Gomora adalah orang yang jahat dan berdosa. Namun Allah tidak lupa akan janjiNya kepada Abram. Karena situasi dan kondisi apapun tidak akan menghalangi Tuhan untuk menggenapi janjiNya.Kita melihat teladan Abram serta mempelajari kekuatan kasih yang tanpa batas dan tidak terhalangi oleh kegagalan sekalipun. Sebenarnya ada dua faktor yang dapat menghalangi Abram untuk menyatakan kasihnya. Pertama, kekuatan para musuh, yaitu kedorlaomer dan sekutunya di satu pihak serta Sodom dan Gomora beserta sekutunya di pihak lain. Kerajaan kedorlaomer dan sekutunya adalah kerajaan yang besar. Mereka adalah bangsa yang kuat dan terlatih berperang. Kedua, adalah konflik yang pernah muncul antara Abram dengan Lot mengenai ladang penggembalaan. Konflik yang menyebabkan terpisahnya tempat tinggal mereka, ternyata tidak disimpan di dalam hatinya. Maka ketika mendengar bahwa Lot menjadi tawanan perang, Abram menunjukkan kasih yang besar dengan mengarahkan pasukan untuk mengejar musuh tanpa memikirkan risikonya. Mengapa Abram bersedia melakukan hal itu? Karena Lot adalah keponakan, yang sudah dianggap sebagai anaknya. Juga karena kepercayaan Abram pada kekuatan Tuhan.Menolong orang saja sudah merupakan sesuatu hal. Apalagi bila menolong itu membuat kita harus berhadapan dengan risiko. Maka menolong orang yang pernah bermasalah dengan kita sudah merupakan hal berbeda. Mungkin kita masih akan pikir-pikir untuk melakukannya. Namun ingatlah perkataan Tuhan Yesus, “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka†(Luk.6:35). Maka sebaiknyalah kita mengingat bahwa hubungan yang telah terjadi dengan orang-orang yang pernah berkonflik dengan kita jauh lebih indah dibanding konflik yang terjadi. Ingatlah, kekuatan kasih justru semakin nyata ketika diperhadapkan dengan tantangan dan konflik. Renungan ini kiranya mendorong dan menyemangati kita semua untuk tetap menjaga kedamaian dan kekondusifan di negara kita NKRI tercinta serta menerima dengan baik siapa yang ditetapkan oleh KPU Pusat yang dipilih rakyat untuk menjadi Presiden RI lima tahun ke depan. Amin. (f)