10 Kunci Kebahagiaan Versi Paus Fransiskus

- Minggu, 03 Agustus 2014 14:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib_10-Kunci-Kebahagiaan-Versi-Paus-Fransiskus.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Paus Fransiskus
Vatikan (SIB)- Paus Fransiskus sudah menjadi sosok yang dikagumi dan dikenal di hampir seluruh dunia berkat pribadi yang tenang, murah hati dan fokus memperjuangkan perdamaian. Hal itu pula yang membuatnya merasakan kebahagiaan.  Dalam sebuah wawancara oleh salah satu media Argentina, Viva, Minggu (27/7), Paus menuturkan 10 kunci rahasia mencapai kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup seseorang, seperti uraian ini.1. Hidup terus berjalan. Setiap orang patut memegang prinsip yang satu ini. Ia menyampaikan agar setiap orang bergerak maju dan membiarkan orang lain melakukan hal yang sama.2. Berikan dirimu kepada orang lain. Paus berpesan bahwa salah satu kunci kebahagiaan adalah mau terbuka dan bermurah hati kepada orang lain. "Karena jika Anda menarik diri, Anda mendapat resiko menjadi egosentris. Dan genang air menjadi busuk.3. Diproses dengan perlahan dalam hidup. Paus mengilustrasikan tentang kisah hidup seorang aktor protagonis bernama Don Segundo Sombra dalam novel Argentina karangan Ricardo Guiraldes. Ia menceritakan bagaimana Sombra menyukai aliran air yang perlahan di kolam. Memiliki kemampuan untuk bergerak dengan kebaikan dan kemurahan hati, sebuah ketenangan yang harus dimiliki dalam hidup.4. Kebersamaan yang sehat. Paus menyayangkan hilangnya momen kebersamaan dengan anak-anak dengan melakukan kesenangan bersama dalam bidang seni, sastra dan permainan. "Konsumerisme telah membawa kita pada kecemasan dan cemas, menyebabkan orang kehilangan "budaya kebersamaan yang sehat". Waktu mereka telah terbuang sehingga tak lagi dapat berbagi dengan orang lain. Meskipun orang tua bekerja berjam-jam, namun mereka harus meluangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak mereka, jadwal kerja memang rumit namun Anda harus melakukannya," jelas Paus.Kehadiran televisi di tengah waktu makan keluarga juga menjadi penghambat terbangunnya komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Ia menyarankan agar waktu makan menjadi momen keluarga untuk menjalin komunikasi satu dengan yang lain.5. Akhir pekan khusus untuk liburan. Akhir pekan (Sabtu dan Minggu) harus dikhususkan sebagai hari libur bagi para pekerja, dan diisi dengan momen kebersamaan dengan keluarga.6. Terapkan hidup yang inovatif. Temukanlah cara inovatif untuk menciptakan lapangan yang bermartabat bagi kaum muda. "Orang-orang muda harus kreatif. Jika mereka tidak memiliki peluang maka mereka akan terjerumus dalam narkoba dan rentan bunuh diri," kata Paus.7. Menjaga dan menghormati alam. "Degradasi lingkungan adalah salah satu tantangan besar yang kita hadapi saat ini," jelas Paus.  8. Berhenti bersikap negatif. "Berbicara buruk tentang orang lain menunjukkan harga diri yang rendah," katanya. Ia berpesan bahwa menjauhkan diri dari hal-hal negatif akan jauh lebih menyehatkan.9. Jangan menghakimi, hormati keyakinan orang lain. Kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dengan komunikasi yang baik. Mempengaruhi orang lain dengan menyusupinya dengan dakwaan bukanlah jalan yang benar. Gereja berkembang bukan karena dakwaan namun karena daya tarik yang ada di dalamnya.10. Bekerja untuk menghadirkan perdamaian.  Menciptakan suasana damai membutuhkan usaha dan sikap proaktif. Sehingga perdamaian harus terus diteriakkan kepada orang lain. (Catholicnews.com/jc/h)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Wawalkot Medan Hadiri Pelantikan Rektor USU

Agama Kristen

Dinkes Sumut Catat 122 Kasus Baru Kusta Sepanjang 2025

Agama Kristen

Pasca Minta Dicoret dari Calon Kardinal, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM Mundur dari Uskup Bogor

Agama Kristen

Akademisi Kritik Pergantian Nama Balei Harungguan Djabanten Damanik Jadi Tuan Rondahaim Saragih

Agama Kristen

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Salurkan Bantuan

Agama Kristen

Sambut Kunjungan President Hyejeon University, Rico Waas Promosikan Kelezatan Kuliner Khas Medan