Desa Sigolang (SIB)- Desa Sigolang menyimpan banyak cerita menarik. Cerita tentang tanahnya yang subur, tentang Injil yang telah 125 tahun masuk, tentang masyarakatnya yang ramah, tentang pemandangan alamnya yang indah dan lain sebagainya. Ada salah satu cerita menarik yang hampir terlupakan, yakni keberagaman yang harmonis yang ada di Desa Sigolang. Tentu saja yang dimaksud adalah keberagaman agama yang ternyata telah lama berlangsung harmonis, antara umat Kristen dan Islam. Hampir di seluruh kegiatan maupun perayaan agama, serta acara adat di Desa Sigolang, senantiasa kedua umat tersebut saling mengulurkan tangan untuk membantu. Saat rombongan umat Islam hadir pada acara Jubileum tersebut sambil manortor dan salah seorang ibu membawa helai demi helai uang yang dijepitkan di puluhan lidi, sontak saja seluruh Jemaat HKBP Sigolang yang hadir berdiri menyambut rombongan penuh kegembiraan. Utusan umat Islam Mantar Dongoran, yang juga sebagai kepala desa, menyampaikan ucapan selamat berjubileum untuk jemaat HKBP Sigolang. Ia menyebutkan bahwa bukan hanya umat Kristiani saja yang merasakan sukacita saat Jubileum 125 tahun ini, melainkan kaum Muslim dan pengurus Mesjid yang ada di Desa Sigolang ini pun turut bahagia. "Begitu kami mengetahui bahwa jemaat HKBP Sigolang akan merayakan Jubileum 125 tahun, kami langsung berusaha membantu. Kami juga bersama umat Kristen turut memeriahkan dan mendukung perayaan Jubileum 125 tahun ini dengan sekuat tenaga," ucapnya semangat. "Kami akan selalu dan setiap saat bersedia membantu kegiatan umat Kristen Desa Sigolang," tambahnya. Menurut Mantar, hubungan yang harmonis ini telah lama berlangsung dan tidak ada yang bisa mengganggu ketentraman dan keharmonisan antara umat yang berbeda agama itu di Desa Sigolang. Ia menyebutkan, siapa yang coba-coba mengganggu umat Kristiani, kami yang pertama akan melawan, begitu juga sebaliknya.Mewakili jemaat HKBP Sigolang, St. Efendi Dongoran menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran kaum Muslim pada acara malam menjelang acara puncak Jubileum 125 tahun HKBP Sigolang (26/07). St. Efendi menyebutkan bahwa hubungan harmonis dan saling tolong menolong antara umat telah berlangsung lama dan sampai saat ini terus harmonis. "Berdirinya bangunan gereja HKBP Sigolang inipun adalah karena bantuan kaum Muslim," ucapnya tegas. Bahkan St. Efendi mengakui, pada saat peletakan batu pertama pembangunan Mesjid di Desa Sigolang, dirinya yang mewakili umat Kristiani saat itu diundang dan turut melakukan peletakan batu pertama. "Tentunya ini tidak dimiliki oleh daerah-daerah yang lain," ujarnya. Kemudian St. Efendi menambahkan, dari 1,6 miliar kaum Muslim di dunia ini, 219 orang ada di Desa Sigolang," ungkapnya yang disambut tepuk tangan jemaat.Ompui Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA dengan bangga menyambut baik keharmonisan ini. "Inilah sebuah kenyataan, dimana perbedaan itu bukan penghalang, akan tetapi justru memperlengkapi dan saling membantu. Keharmonisan antara kaum Muslim dan Kristen di Desa Sigolang ini patut dipertahankan, ditingkatkan dan juga penting untuk diberitahukan kepada siapa saja bahwa perbedaan itu indah dan justru menjadi keharmonisan, Desa Sigolang telah membuktikannya," ujar Ephorus. Hadir pada acara malam itu Praeses HKBP Distrik I Tabagsel - Sumbar Pdt. Sunggul Sirait STh MM, Kepala Biro Jemaat Pdt. Ir Thomson Sinaga STh MM, Kepala Biro Informasi Pdt. Bintahan Harianja MSi, Sekretaris Khusus Ephorus Pdt. Mangasa Lumbantobing MTh dan Staf Ephorus CPdt. Jona Togatorop STh. Demikian disampaikan Biro Informasi HKBP kepada SIB. (Rel/R4/q)Jubileum 125 Tahun HKBP Sigolang Resort Simangambat Distrik I Tabagsel-Sumbar, Minggu (27/7) dirayakan oleh umat Kristen maupun kaum Muslim. Turut hadir Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA dan Mantar Dongoran mewakili kaum Muslim menunjukkan keberagaman yang harmonis di Sigolang.