Renungan

Hidup Sebagai Orang yang Merdeka

(Sirakh 10: 1-8; 1 Petrus 2: 13-17; Matius 22: 15-21) Oleh Pastor Masro Situmorang OFMCap
Redaksi - Minggu, 16 Agustus 2020 17:41 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/08/_3842_Hidup-Sebagai-Orang-yang-Merdeka.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kita pantas bersyukur atas anugerah kemerdekaan yang diperoleh bangsa kita. Sebuah anugerah yang istimewa yang didapatkan karena kasih Tuhan dan pengorbanan yang begitu besar dari anak bangsa. Memang benar, tiada kasih tanpa pengorbanan. Kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia menjadi anugerah istimewa untuk menghapus segala bentuk penjajahan, diskriminasi, ketidak-adilan, kemiskinan dan keterbelakangan. Dalam mensyukuri kemerdekaan bangsa kita, saya mengajak kita semua untuk merefleksikan kemerdekaan itu dalam terang kasih Tuhan.

Bersyukur atas 75 tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia, Yesus kembali mengingatkan kita agar tetap setia memelihara dan merawat kemerdekaan itu dengan baik. Maka melalui kitab Putra Sirakh, Surat Petrus dan Injil Matius kita diajak kembali untuk merenungkan tentang apa yang harus kita lakukan sebagai warga Negara Indonesia dan sekaligus sebagai warga Kerajaan Allah.

Dalam Kitab Putra Sirakh 10: 1-8, dijelaskan bagaimana ciri-ciri pemerintahan yang baik. Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang bijak sehingga dapat menjamin ketertiban dalam masyarakat. Selain bijak, pemerintah juga harus bersikap arif sehingga dapat menyelenggarakan pemerintahan yang dapat mensejahterakan rakyatnya. Dalam (Sirakh 10:1) dikatakan:

Pemerintah yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur. Pemerintah yang bijak dan arif adalah pemerintah yang mampu menjadi panutan dan teladan kepada masyarakat. Pemerintah dan pemimpin masyarakat harus mampu menjauhkan diri dari kecongkakan, kelaliman, kekerasan dan gila uang. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang (Sirakh 10: 7-8).

Pemerintahan yang bijak adalah pemerintahan yang dijalankan atas kasih. Para pemimpin harus sadar bahwa kekuasaan yang dimilikinya adalah mandat dan titipan dari Tuhan untuk mengatur bangsanya. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki cara hidup yang pantas, jujur, rendah hati dan memiliki semangat melayani agar mampu membangun suatu bangsa yang makmur, adil dan merata. Itulah sebabnya Tuhan mengangkat orang yang tepat untuk menjadi pemimpin. Pemimpin pilihan Tuhan akan bertindak jujur dan bermartabat. Pemimpin yang congkak dan lalim dibenci oleh Tuhan dan manusia karena akan membawa kehancuran pada negara dan rakyat.

Dalam surat Petrus (1 Petrus 2: 13-17), Rasul Petrus memberikan wejangan-wejangan agar umat beriman hidup sebagai warga negara yang baik, tunduk kepada lembaga manusia yakni kepada raja maupun kepada wali-wali yang ditetapkan. Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik(1 Petrus 2:13-14).Umat beriman diajak untuk hidup sebagai orang yang merdeka. Hidup sebagai orang merdeka berarti hidup dengan tidak menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi segala bentuk kejahatan diri. Merdeka berarti hidup sebagai hamba Allah yang selalu setia pada aturan negara dan hukum Allahsertahidup dalam kasih yakni menghormati, memperhatikan dan peduli kepada orang lain. Inilah kemerdekaan sejati yang harus dimiliki oleh umat beriman.

Dalam Injil Matius22:15-21, Yesus menggarisbawahi apa yang menjadi kewajiban kita sebagai warga dunia dan sekaligus sebagai warga Kerajaan Allah. Dalam (Matius 22: 21b) dikatakan: Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. Pernyataan Yesus ini hendak menandaskan bahwa sebagai orang beriman hendaknya memberikan hak dan kewajibannya kepada Negara dan kepada Allah. Kewajiban kepada Negara adalah menuruti hukum negara dan membayar pajak, dan kewajiban kepada Allah adalah menuruti hukum Allah, yakni hukum cinta kasih. Yesus juga hendak mengajarkan bahwa kita harus bijak menempatkan identitas keberimanan kita di tengah masyarakat dan Negara. Sebagai orang beriman, tuntutan dan perwujudan iman harus nyata dalam tatanan sosial demi kehidupan bersama. Hidup beriman tidak boleh mengesampingkan kehidupan bernegara, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, kehidupan beriman tidak bisa dipisahkan dari realitas sosial.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, sebagai warga Negara Indonesia, kita semua dipanggil untuk kemerdekaan. Maka kita diminta untuk mengabdi satu sama lain dengan penuh cinta dan berlaku sebagai orang yang merdeka. Kita sebagai orang merdeka harus sungguh-sungguh menyadari dan memahami kewajiban kita sebagai warga Negara yakni memberikan apa yang wajib kita berikan kepada negara. Sebagai warga Kerajaan Allah, kita diminta untuk hidup dalam kasih Kristus, setia pada hukum Tuhan dan menjauhkan diri dari segala perbuatan jahat. Dan, untuk semua tugas yang dipercayakan Negara kepada kita, hendaknya kita lakukan dengan baik, bijaksana, arif dan penuh tanggungjawab serta didasari oleh kasih, yakni kasih Kristus. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mengabdi kepada Allah dan Negara dan disitulah damai yang sesungguhnya ada dan hadir. Tuhan memberkati. Amin! (d)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

HKI Elshaddai Bah Jambi Gelar Ibadah Tutup Tahun 2025

Agama Kristen

Polres Sibolga Gelar Doa Bersama Wujudkan Kamtibmas

Agama Kristen

HUT Ke-80 RI di Tanjungbalai, Kapolres Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci

Agama Kristen

HUT ke-80 RI, Polda Sumut Gelar Upacara Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Bukit Barisan

Agama Kristen

Renungan Suci HUT RI ke-80 di Sergai, Berjalan Penuh Khidmat

Agama Kristen

Perayaan Paskah Keluarga Besar SMAN 4 Pematangsiantar Berlangsung Sukacita