Berbahagia Karena Kasih Setia Tuhan (Mazmur 106: 1-5)

Pdt. Estomihi Hutagalung
Redaksi - Minggu, 18 April 2021 09:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042021/_4178_Berbahagia-Karena-Kasih-Setia-Tuhan--Mazmur-106--1-5--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Foto /Dok)
Pdt. Estomihi Hutagalung

Mengapa Tuhan mengasihi bangsa Israelyang tegar tengkuk? Mengapa Tuhan tiada hentinya memanggil orang-orang yangmelakukan kejahatan agar hidup dalam kehendak hukum-Nya? Titik krusial jawabanterhadap pertanyaan ini sesungguhnya bukan pada Tuhan tetapi pada manusia dalammemahami kasih setia Tuhan dalam perjalanan hidupnya. Sebab, jebakan egoismekeberdosaan, syahwat kedagingan itulah yang sangat kuat menggoda manusia untuktidak merespon dengan baik akan panggilan untuk hidup dalam kasih setia Tuhan.Akibatnya manusia terjerat dalam guritapersepsinya lalu menganggap Tuhan tidak dapat diandalkan menghadapi tantanganhidup. Manusia menempatkan Tuhan pada proyeksi emosinya yang memenjarakan Tuhandalam nalarnya sehingga diangap tidak mampu memberi makna hidup berbahagia. Makabangsa Israel berpaling dari Tuhan lalu mencari kebahagiaan hidup di luar TuhanAllah. Itulah makna ketegaran hati, esensi dari kekerasan jiwa melawan Tuhan.Dan tentu saja dalam realitas demikian,manusia tidak mengalami nikmatnya kasih sayang Tuhan, tidak mengalami kesetiaanTuhan. Sebuah pengalaman hidup tanpa Tuhan. Sebuah perjalanan hidup dalamkegelapan tiada batas, penuh derita tiada akhir. Itulah sebabnya manusia selaluhaus dalam pengembaraan jiwanya guna menemukan hidup yang berbahagia. Tetapisemakin jauh dari Tuhan, semakin berat derita hidupnya, semakin dahagapeziarahan jiwanya.Maka, pada realitas kedegilan hati danhasrat hidup yang tegar tengkuk itulah bangsa Israel diingatkan pemazmur untuk bertobatagar hidup bersama dengan Tuhan dalam kasih setia-Nya (khesed). Dalam realitas dahaga pengembaraan jiwa itulah pemazmurmemanggil setiap orang untuk hidup dalam hukum Tuhan. Sebab, adanya kemauanhati untuk hidup merasakan kasih Tuhan, adanya keterbukaan jiwa untuk hidupberdasarkan kesetiaan Tuhan, maka setiap orang beriman akan mengalami hidupyang berbahagia.Sehingga setiap orang yang bertobatuntuk hidup dalam kasih setia Tuhan maka praktek hidupnya akan berpegang teguhpada hukum Tuhan dan diwujudkan dalam realitas hidup bersama sebagai umatTuhan. Orang beriman yang digerakkan oleh kasih setia Tuhan akan dapat hidupbersama dalam keluarganya. Melihat, merasakan pengalaman hidup dalam kasihsetia Tuhan sehingga keluargnya dapat berbahagia karena kasih setia TuhanOrang beriman yang menaati hukum kasihsetia Tuhan akan menghargai perbedaan, kemajemukan hidup sehingga umat Tuhandengan segala ciptaan-Nya termasuk pengelolaan hutan, pengelolaan sumber dayaalam akan dapat merasakan sukacita, dan melihat kemegahan Tuhan. Maka, dalampraktek hidup demikianlah orang-orang beriman dapat melihat, merasakan,sukacita dan keselamatan atas kemegahan Tuhan. Itulah makna kebahagiaan karenahidup dalam kasih setia Tuhan.Maka, khesed, kasih setia Tuhan bagi bangsaIsrael yang tegar tengkuk. Tuhan setia menanti pertobatan setiap orang yangberpaling dari-Nya. Itulah cara berada Tuhan Allah sebagai sumber kasih setiayang tiada berakhir. Itulah perwujudan Diri Allah sebagai sumber kasih setiayang tak berkesudahan. Jadi, Tuhan itu baik, bukan karena kita baik. Dan ituberarti, panggilan untuk hidup dalam kasih setia Tuhan adalah panggilan untukberbahagia.Keyakinan pada kasih setia, janjipenyertaan, hukum Tuhan yang meluruskan arah dan tujuan perjalanan hidup akanmenempatkan orang beriman untuk dapat memahami realitas tantangan hidupberpijaknya. Sehingga orang beriman diberi kekuatan dan kepastian keselamatandalam menghadapi tantangan hidupnya. Justru pada adanya tantangan hidup itulahmaka orang beriman semakin berpegang teguh pada hukum Tuhan, digerakkan olehkasih Tuhan, dimotivasi oleh kesetiaan Tuhan.Maka kesediaan untuk datang dan hidupdalam kasih setia Tuhan akan membuat orang beriman mengalami kebahagiaan hidup.Itu berarti, jika Tuhan mengasihi orang Israel yang tegar tengkuk, jika Tuhanmenanti orang-orang yang lari dari hadapan-Nya untuk bertobat, itu adalah wujuddari cara berada Tuhan dalam menyatakan diri-Nya sebagai sumber kasih setiasebab Allah adalah kasih. Dan pada saat yang sama, panggilan hidup dalam kasihsetia Tuhan adalah untuk kebahagiaan hidup orang beriman. Selamat menikmatitantangan perjalanan hidup yang mengandalkan kasih setia Tuhan menuju sukacitadan kemenangan hidup yang berbahagia. Amin

Berbahagia Karena Kasih Setia Tuhan

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Kado Valentine Hamba Tuhan Yang Setia

Agama Kristen

Pengakuan Iman Listyo Sigit Prabowo