Medan (SIB)- Hari ini, Minggu (23/11), jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Resort Khusus Teladan Helvetia Medan berpesta Jubileum 50 tahun. Sejarah berdirinya gereja ini penuh dengan liku. Waktu itu jemaat menjumpai Pdt Hutapea selaku Pendeta Resort GKPI Utara II Wilayah GKPI Medan-Aceh. Kemudian Pdt Hutapea menemui Robinson Hutabarat di Kompleks Zipur tepatnya 23 Nopember 1964 membahas pendirian gereja.Kemudian dipanggillah semua keluarga calon jemaat GKPI Helvetia untuk melakukan rapat dan memulai ibadah singkat. Usai ibadah terpilihlah Sintua Henok Situmeang sebagai Guru Injil/Guru Jemaat (Vorhanger) dan wakilnya Sintua Argius Situmeang. Ketua Organisasi Robinson Hutabarat, Sekretaris Sahala Lumbantobing, Bendahara Miva Situmeang, Ketua Pembangunan Klaudus Z Panjaitan. Saat itulah diresmikan bahwa sudah ada GKPI Helvetia dan ibadah minggu pertama 6 Desember 1964 di rumah Robinson Hutabarat yang dihadiri Sekjen GKPI Pdt DR SM Hutagalung dengan jumlah jemaat 19 KK,†ucap Ketua Panitia Parsaoran Siahaan ST ketika beraudiensi ke kantor SIB, Sabtu (22/11) yang diterima Penanggung Jawab Harian SIB, Drs Victor Siahaan SH MHum atas nama Pemred GM Immanuel Panggabean, BBA.Selain ketua panitia, turut hadir penasehat yang juga Majelis Pusat GKPI St Ir RE Siagian, Wakil Ketua TH Sihombing, Seksi acara Pdt SM Hutauruk MTh dan Seksi Sejarah Gereja St O Hutagalung. Parsaoran Siahaan mengatakan, dari 19 KK jumlah jemaat, di usia emas ini sudah 309 KK, mayoritas jemaatnya adalah wong cilik pinggiran kota.Pesta jubileum dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Minggu, Sabtu (22/11) Pesta ini mengambil tema dari Mazmur 145:9a: Tuhan itu baik kepada semua orang. Sub thema: dengan perayaan Jubileum 50 tahun GKPI Teladan Helvetia Medan kita dapat menjadi teladan bagi setiap orang, bersatu membangun kedamaian sesama manusia.“Meski jemaat kami banyak dari warga pinggiran, tapi kami yakin, tiada yang mustahil bagi Allah, semua itu akan dipenuhkan oleh Tuhan. Gedung Sekolah Minggu adalah partisipasi kami yang kami bangun dengan semangat gotong royong, kami mengumpulkan tok-tok ripe Rp 100.000 per KK,†jelasnya.Victor Siahaan yang juga bakal calon Bupati Tobasa tersebut menyatakan dukungan SIB pada pesta Jubileum GKPI Teladan Helvetia tersebut. Jemaat harus bersatu mulai dari awal pesta sampai akhir, jangan pada terakhirnya masalah, jangan hanya gembira ria tapi ujungnya ada keributan. Diharapkannya juga, di usianya yang sudah dewasa, GKPI bisa mengikis habis sampai tuntas sifat Hosom, Teal, Elat, Late (HOTEL) yang masih ada pada diri jemaat secara khusus dan umumnya pada orang Batak. (A14/d)