RENUNGAN:

Penantian Yang Menyukakan (Mazmur 90:12)

* Oleh Pdt Arapen Peranginangin MTh
- Minggu, 07 Desember 2014 16:46 WIB
10Satu-  keluarga yang berdomisili di Jakarta berencana  merayakan Natal bersama keluarganya di Medan. Kerinduan mendalam terhadap sanak saudara yang sudah lama tak bersua menyukakan sekali. Tetapi di sisi lain, sang ayah yang membawa serta istri  dan kedua anaknya yang masih kecil menjadikannya sedikit kelabakan. Sang ayah harus waspada dengan waktu  keberangkatan - jangan sampai terlambat, memastikan tiket pesawat sudah ada, membantu istri menjaga si kecil yang suka berlari kesana-kemari, memastikan keberadaan barang-barang di bagasi dan barang tentengan. Penantian di bandara menyatu antara kegembiraan (kerinduan pada keluarga) dan kewaspadaan terhadap mengikuti aturan perjalanan. Mereka melewati berbagai tahapan pemeriksaan, baik tiket, barang dan sebagainya. Di pesawat pun mereka berjibaku mengatur barang, mengatur tempat duduk dan menjaga anak-anak. Begitu pesawat  berangkat (take off) kegembiraan semakin terasa karena kerinduan. Saat mendarat (landing) dan menyaksikan keluarga yang telah lama menunggu dengan kerinduan pula, tertumpahlah kerinduan dan keceriaan yang ditandai dengan peluk kasih, tawa bercampur tangis sukacita.Minggu ini adalah Minggu Advent yang kedua. Advent berasal dari kata adventus (Latin) yang berarti kedatangan. Dalam Minggu Advent bermaksud ganda: Pertama, membawa kita dalam penantian kelahiran bayi Yesus-peringatan Natal. Dan kedua, mempersiapkan kita kepada kedatangan Yesus sebagai Hakim Agung (Kis.10:42). Dengan demikian advent sesungguhnya momen untuk merenungkan keagungan karya Allah dalam sejarah hidup dan keselamatan manusia. Karya Agung Allah itu terlihat pada  kelahiranNya dalam rupa Manusia, dalam rangka penebusan dosa manusia yang laknat - mengerikan dan mematikan. Siapa saja yang menerima Kristus Yesus mendapat keselamatan, terlepas dari kematian kekal (band.Mrk.16:16; Yoh. 11:25). Demikian juga Advent adalah momen untuk mempersiapkan diri bagi kedatangan Yesus kedua kali sebagai Hakim Agung, untuk menghakimi orang yang hidup dan mati. Siapakah tokoh/pejabat yang lebih penting dari jabatan ini?Dengan demikian, sesungguhnya kemampuan kita untuk menunggu  dalam penantian sangat ditentukan oleh pengenalan kita akan Dia yang kita tunggu kedatanganNya. Semakin kita mengenal arti karyaNya dalam hidup kita, maka hal itu berbanding lurus (simetris) dengan sikap dan tindakan kita dalam penyambutan kedatanganNya. Sebagaimana keluarga di atas, menunggu adalah menyukakan (kesukacitaan) karena mereka mengenal/merindukan keluarga mereka yang telah menunggu. Demikian halnya kita, seharusnya kita bersukacita dalam penantian ini, karena kita mengenal siapa yang kita tunggu itu. Dialah Bapa kita yang penuh kasih, Raja segala Raja, sumber hidup dan berkat. Tetapi di sisi lain, kita pun harus waspada, kita harus memastikan diri berada di ruang tunggu yang benar – hidup benar, memperlengkapi diri dengan ‘tiket’ yang sah dan uptudate, waspada setiap waktu karena tidak ada yang tahu persis kedatanganNya.Karena itu, bila kita sungguh mengenal Dia yang datang itu, dan kita memiliki hubungan baik denganNya, maka kedatanganNya adalah menyukakan kita. Dan kesukaan itu tidak membuat kita terlena, pasif, ‘kongko-kongko’, kemalasan,  tetapi kesukaan/sukacita kita bagai generator yang membuat kita aktif, kreatif, produktif, konstruktif dan waspada. Dalam sikap dan pengertian  yang demikian, setiap detik, menit, jam  sangatlah berharga. Oleh karena itu dalam penantian ini, kita berdoa seperi pemasmur: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Msm.90:12). Kita mau hidup kita berarti dan bermakna, menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. Karena itu, hidup kita, kegiatan Natal (kebaktian, aksi, perayaan), melakukan pekerjaan/profesi kita masing-masing, sesungguhnya merupakan wujud syukur, kreatifitas, persiapan dan kewapadaan akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Tidak ada waktu bermalasan, apalagi untuk melakukan kejahatan. Sehingga, dalam kedatanganNya, ada peluk kasih dalam kehangatan sukacita. Andaikan pun ada tetesan air mata, itulah air mata kemenangan. Selamat Minggu Advent! (r)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Kecelakaan Maut di Ngumban Surbakti, IRT Tewas di Tempat, Dua Anaknya Luka-luka

Agama Kristen

Polres Simalungun Peringati Isra Mi'raj 1447 H

Agama Kristen

Sat Lantas Polres Tanjungbalai Sambut Kunjungan TK Kemala Bhayangkari

Agama Kristen

Tabrakan KA di Tebing Tinggi, Ijeck Minta Evaluasi Perlintasan

Agama Kristen

Warga Minta Tersangka Penembakan di Perumahan Rorinata Simalungun Pindah Domisili

Agama Kristen

Warga Minta Tersangka Penembakan di Perumahan Rorinata Simalungun Pindah Domisili