RENUNGAN

Bangkitlah Menjadi Terang (Yesaya 60:1-6)

*Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 11 Januari 2015 21:51 WIB
Saya pernah membaca kisah tentang seorang wanita yang merasa kesepian di tempat kerja karena ia satu-satunya orang Kristiani di situ. Ia sering diolok-olok karena imannya dan bahkan dituduh orang yang berpandangan sempit. Akhirnya, ia menjadi rendah diri dan berencana untuk berhenti dari pekerjaannya. Namun, sebelum itu, ia menyempatkan diri untuk berkonsultasi dengan seorang pendeta. Setelah mendengar keluh kesahnya dengan saksama, sang pendeta kemudian bertanya, "Di manakah orang biasa meletakkan lampu?" "Di tempat gelap," jawabnya.Wanita ini segera sadari bahwa tempat kerjanya benar-benar merupakan "tempat yang gelap" di mana "cahaya lampu" sangat diperlukan. Jadi, ia memutuskan untuk tetap bertahan di tempat kerjanya dan menjadi pengikut Kristus yang memberi pengaruh yang semakin besar. Tak lama kemudian, beberapa rekan kerjanya yang berjumlah tiga belas orang mulai mengenal dan bersedia menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka.Sebagai "bintang-bintang di dunia" (Filipi 2:15), kita sebagai pengikut Kristus, memiliki hak istimewa untuk menerangi "tempat-tempat yang gelap." Sekalipun kita tidak berasal dari dunia ini, tetapi kita ada di dalamnya. Jadi sebaiknya kita jangan sampai terpuruk dan kalah oleh berbagai tekanan dunia; sebaliknya kitalah yang harus menggunakan pengaruh kita untuk mengatasi dan mengalahkannya.Jika Anda berada dalam suasana yang terasa luar biasa sulit dan sama sekali tidak rohani, perhatikanlah perkataan Kristus, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang" (Matius 5:16). Ingatlah senantiasa bahwa justru tempat-tempat gelaplah yang memerlukan terang.  Kegelapan menutupi bumi merupakan gambaran dari kehancuran dunia karena dosa. Keadaan yang demikian tentunya membuat setiap orang yang hidup di dalamnya kehilangan harapan dan semangat hidup. Karena itu Allah memberikan janjiNya bahwa Ia tidak akan membiarkan keadaan demikian terus terjadi. Ia sendiri yang akan datang sebagai terang. Terang itu akan dinyatakan melalui bangsa Israel dan bangsa Israel akan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat dan terang bagi bangsa-bangsa, seperti yang pernah Tuhan janjikan kepada Abraham. Bila keselamatan dan pemulihan itu datang, maka bangsa Israel akan kembali berseri-seri dan keheranan. Keadaan mereka yang terpuruk akan digantikan dengan kemuliaan. Bangsa Midian yang dulu merampas hasil pertanian, kini akan datang untuk memberikan unta-untanya, membawa emas dan kemenyan sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan. Maksud dari nubuatan ini adalah untuk meneguhkan pengharapan bangsa Israel. Pengharapan ini sangat penting untuk menjaga kesetiaan dan ketaatan bangsa Israel kepada Tuhan. Tanpa pengharapan, mereka akan kembali jauh dari Allah dan menempuh jalannya sendiri. Dari renungan ini kita diingatkan untuk percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Ia adalah Allah yang setia. Bila saat ini hidup kita terasa gelap karena ada banyak persoalan dan sepertinya tidak ada titik terang, percayalah bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Ia sedang terus menyatakan rencanaNya seturut dengan waktu Tuhan sendiri.Hidup tanpa pengharapan akan janji Tuhan akan membuat kita kehilangan sukacita dan kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu. Hidup tanpa pengharapan kepada Allah juga akan membuat kita jauh dariNya sebab kita berjuang sendiri, memakai cara-cara sendiri, dan bahkan yang lebih dari itu, hidup tanpa pengharapan kepada Allah akan membuat kita memberontak kepadaNya, jauh dari yang namanya ketaatan. Seperti pengalaman bangsa Israel, pekerjaan Tuhan selalu baik dan indah bagi umatNya, namun kita harus bersabar untuk mengikuti waktu Tuhan, bukan waktu yang kita tetapkan sendiri bagi Tuhan. Amin.! (i)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS