Medan(harianSIB.com)
Pdt Dr Fernando Sibarani MTh berniat maju sebagai kandidat bishop dalam Konferensi Agung (Konag) Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I yang diadakan di Medan, Jumat - Minggu (24 - 26/10).
Pendeta berkharisma yang rutin melayani jemaat kaum papa termasuk dari luar GMI itu, membawa misi ingin merubah statuta di mana Bishop GBI harus dikontrol dan tak lagi memiliki kekuasaan tak terbatas.
"Selama ini (kecenderungan) yang terjadi Bishop GMI tak terkontrol karena ada semacam legitimasi memiliki kekuasaan tak terbatas. Siapa yang kritis atau memberi masukan untuk kebaikan, dibanded bahkan dikucilkan. Itu terjadi. Misalnya, ada 4 pendeta yang 'ditangguhkan' kepedetaannya sebab memberi masukan yang baik tapi tak disukai oleh pimpinan," ujarnya di Medan, Rabu (22/10).
"Di mana pun di dunia ini, baik pemerintahan sekuler apalagi religi, harus ada checks and balances. Caranya harus ada badan pengontrol," simpulnya.
Baca Juga: Konag GMI XIV Ditutup, Pdt David Wu MTh Ditahbiskan Sebagai Bishop Melayani Bangsa Sebagaimana diketahui, jelang Konag XV Oktober 2025, setelah Konferensi Tahunan (Konta) ke-80, nama
Pdt Fernando Sibarani mencorong ke depan. Nama lainnya adalah Pdt Antoni Manurung MTh.
Pdt Fernando Sibarani didorong banyak pihak untuk menakhodai GMI Wil 1. "Selain dukungan banyak pihak, saya ingin mengabdikan diri sesuai panggilan-Nya di GMI Wil 1," tegasnya.
Editor
: Robert Banjarnahor