Pematangsiantar (SIB)- Panti Karya Remaja (PKR) GKPS terpanggil untuk membangun kemandirian kaum remaja dan pemuda yang putus sekolah, serta berupaya memberikan contoh kemandirian. Sejak berdirinya PKR Tahun 1989 hingga saat ini, telah banyak mendidik dan membina kaum remaja dan pemuda untuk berkarya dan mengembangkan bakatnya, untuk menjadikan diri terampil dan siap pakai serta mandiri.Hal tersebut diungkapkan Direktur PKR GKPS Pdt Etika Saragih STh MPd kepada SIB, Kamis (16/1) di sela-sela Sidang Majelis Pendeta di Balai Bolon Jalan Pdt J Wismar Saragih, Pematangsiantar. Untuk itulah, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya baik melalui peningkatan sarana dan prasarana seperti penambahan dan pembangunan galeri, maupun tempat-tempat usaha peternakan.Sehingga nanti akan semakin menumbuhkembangkan keterampilan dan kemandirian kaum remaja dan pemuda serta mempersiapkan dan menjadikan pelaku usaha yang kuat dan tangguh. Berbagai pelatihan juga dikembangkan di PKR GKPS seperti pelatihan ketrampilan menjahit, salon dan kecantikan, bengkel sepeda motor dan lainnya. Serta mengadakan pelatihan kerja profesional , pelatiha kepemimpinandan pengembangan desa. Sehingga nantinya mereka memiliki nilai tambah dan dapat diandalkan.Kaum remaja dan pemuda yang datang dan ingin berlatih berasal dari berbagai daerah, dan lapisan. Diharapkannya dengan mengikuti pelatihan dan keterampilan tersebut akan bisa menjadi pelaku usaha/wiraswasta, melahirkan calon-calon pemimpin di desa-desa.Untuk itulah pihaknya melakukan kerjasama berupa pelatihan dan pembinaan dengan berbagai pihak seperti dengan LPPM USU, Pelpem GKPS, Bitra dan pihak lainya.Juga ada pembinaan spritualitas, karakter dan kewirausahaan. Untuk pembinaan dan pelatihan diadakan dua kali dalam setahun.Panti Karya Remaja lanjut Pdt Etika Saragih, tanpa mengabaikan untuk membantu orang miskin juga ingin membantu untuk pengembangan UMKM dan lainnya, juga ingin membangun kemandirian. (C3/i)