Jakarta (harianSIB.com)
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kekuatan dan stabilitas negara sangat bergantung pada ketahanan keluarga. Ia mengingatkan, negara yang kuat tidak mungkin terwujud jika unit keluarga di dalamnya rapuh.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Natal Nasional 2025 di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta, Sabtu (3/1/2026). Seminar tersebut mengangkat tema "Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan".
"Tidak mungkin kita memiliki negara yang ideal kalau terdiri dari keluarga yang berantakan. Keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa dan negara," ujar Nasaruddin Umar di hadapan peserta seminar.
Menag menyoroti tingginya angka perceraian yang dinilainya menjadi tantangan serius ketahanan keluarga di Indonesia. Ia memaparkan, sekitar 90 persen anak yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba berasal dari keluarga yang mengalami keretakan atau broken home. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat ikatan emosional dalam keluarga agar fungsi pembentukan karakter dan iman tetap terjaga.
Baca Juga: Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Salurkan Bantuan Sosial bagi Korban Bencana di Tapanuli Tengah Senada dengan Menag, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak, khususnya di tengah kesibukan kehidupan kota metropolitan.
"Refleksi saya sederhana, ayolah makan bersama dan berbicara waktu makan bersama anak-anak," ujar Stella Christie.
Editor
: Bantors Sihombing