Pengurus HKBP Sudirman Medan Rayakan Hari Doa se-Dunia

Doakan Perempuan Bahama Yang Kerap Dilanda KDRT dan Menderita HIV/AIDS

- Minggu, 22 Maret 2015 20:19 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/03/hariansib_Doakan-Perempuan-Bahama-Yang-Kerap-Dilanda-KDRT-dan-Menderita-HIV-AIDS.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/ Horas Pasaribu
Hari Doa Sedunia: Perempuan HKBP Sudirman mengenakan pakaian tropis ala perempuan Bahama, dipimpin Ny Lince Tobing br Napitupulu memanjatkan doa lewat liturgis pada peringati Hari Doa Sedunia 2015 yang tahun ini dituan rumahi Negara Bahama, Kamis (19/3) d
Medan (SIB)- Hari Doa Sedunia (HDS) adalah suatu gerakan perempuan Kristen di seluruh dunia dari semua latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama bulan Maret setiap tahun. Lebih dari 170 negara bergabung dalam gerakan HDS ini, perempuan Kristen se dunia memperkokoh iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan membagi pengalaman, penderitaan, kegembiraan dan harapan. Tahun 2015 ini, panduan HDS disiapkan oleh Komisi HDS dari negara Kepulauan Bahama.Dalam kebersamaan ini, perempuan menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari keutuhan dunia ini, mereka tidak lagi hidup terisolasi, tersisih dan tertindas. Tujuan utama adalah “merayakan bersama, baik kesatuan kita di dalam Kristus maupun keberagaman kita dalam latar belakang budaya”. Pada awalnya HDS menjadi perayaan jemaat dewasa, khususnya kaum perempuan, tapi pada dekade  ini dirancang untuk pelayanan anak dengan tujuan mengantar anak-anak berperan aktif dalam gerakan oikumene. “Serta membentuk kepribadan anak yang mencintai dan menghargai kepelbagaian global dalam kehidupan gereja,” ucap Pdt Romasta Sitinjak STh ketika membacakan latar belakang HDS, Kamis. (19/3) di Gereja HKBP Sudirman Medan.Bahama adalah negara Kepulauan di Lautan Atlantik, terdiri dari 700 pulau, ibukotanya Nassau yang terletak di New Providence dekat dengan Amerika Serikat. Negara ini terkenal dengan burung Flaminggo berwarna pink, luas negaranya 470.000 Km dengan jumlah penduduk 350.000 jiwa.Penduduk asli Bahama dulunya berasal dari  budak Afrika 85%, warga kulit putih 12% dan lainnya 3%, berbahasa Inggris dan memiliki dialek “Smokey Joe”.Ibadah HDS dipimpin Pdt Sondang Napitupulu, MTh yang dalam khotbahnya mengatakan, di dalam kondisi alam yang cukup indah dan menakjubkan, di Bahama banyak terdapat korban kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) dan korban pemerkosaan. Banyak ibu rumah tangga akibat pernikahan dini dan korban pemerkosaan sehingga mereka tidak sempat mengecap pendidikan dan mereka banyak menghuni krisis center. Para ibu remaja ini banyak jadi single parent karena ditinggal begitu saja oleh suaminya sehingga mereka butuh dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu banyak pula korban HIV/AIDS di “All Saints Camp”,di New Providence,di rumah-rumah sakit dan rumah-rumah, penderita kanker payudara. Disana juga banyak pengungsi, pekerja migran dan imigran gelap, hidup dengan ketakuatan karena tidak ada kepastian hidup. Oleh karena itu, HDS 2015 ini membawa Thema: “Mengertikah  kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?” (Johannes 13:12).Dalam tema itu, Tuhan Yesus memberi teladan rendah hati dengan membasuh kaki murid-muridNya, padahal tradisi bagi Yahudi yang membasuh kaki adalah “hatoban” (budak). Tapi Yesus mengubah tradisi itu meski para imam-imam Yahudi menjadi marah.Perbuatan Tuhan Yesus tersebut dimaksudkan agar murid-muridNya melakukan apa yang telah dilakukanNya. Karena banyak yang sudah mengerti tentang firman Tuhan tapi sedikit yang melakukannya sesuai dengan kehendak Tuhan.“Keteladanan Tuhan Yesus itulah harus diajarkan di rumah tangga masing-masing dan di gereja, sehingga dengan demikian kita terhindar dari tinggi hati dan sombong. Kita harus merendahkan hati di hadapan Tuhan dan di setiappelayanan yang diberikan Tuhan kepada kita, rendah hati inilah yang perlu ditanamkan kepada kaum laki-lakidi Bahama agar tingkat KDRT bisa ditekan,” jelas Pdt Sondang Napitupulu.Untuk itulah Perempuan HKBP se-Resort Medan Sudirman merayakan HDS sambil mendoakan kaum warga Bahama lewat liturgis dan lagu-lagu pujian. Satu per satu perempuan HKBP Sudirman mewakili seluruh sektor mendapat giliran untuk membacakan doa secara responsoria untuk keselamatan warga Bahama khususnya kaum perempuan, di antaranya Ny Lince Tobing br Napitupulu. Mereka mengenakan pakaian tropis ala wanita Bahama. (A12/c)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS