Sukacita dalam Penderitaan Yesus

* Oleh : Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 29 Maret 2015 22:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/03/hariansib_-Sukacita-dalam-Penderitaan-Yesus.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ada seorang wanita kulit putih yang hendak melakukan perjalanan dengan seorang putranya yang berusia enam tahun. Mereka menaiki taksi yang dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam. Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan dan bertanya kepada ibunya: "Ibu, apakah orang ini bukan penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?" Sopir tadi sangat sedih mendengarnya... Saat itu pula, sang ibu berkata kepada anaknya: "Paman sopir ini bukan orang jahat, dia adalah orang yg sangat baik." Anak itu terdiam sejenak, lalu bertanya lagi: "Jika dia bukan orang jahat, lalu apakah dia pernah melakukan sesuatu yg buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?"Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkacakaca, tapi dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan tersebut. Ibu ini menjawab:"Dia adalah pria yang sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat. Bukankah bunga-bunga di kebun rumah kita ada yang berwarna merah, putih, kuning dan warna lainnya?" "Benar Bu!" "Bukankah biji benih dari semua bunga tersebut berwarna hitam?" Anak ini berpikir sejenak, "Benar Bu! Semuanya berwarna hitam.""Benih hitam itu yg memekarkan bunga-bunga berwarna-warni yang indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni juga, bukankah begitu anakku?" "Benar Bu!" Anak ini seakan tiba-tiba tersadarkan & berkata: "Kalau begitu pasti paman sopir ini bukan orang jahat! Terima kasih Paman Sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, saya akan berdoa untukmu." Anak polos ini lalu mulai komat- kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak bisa menahan diri lagi untuk tidak mengalirkan air mata. Penjelasan yang bijak, membuat pengertian yang mendalam. Sudah bijaksanakah kita memberikan penjelasan penjelasan terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita, sehingga menenangkan dan mendamaikan suasana, tak ada lagi saling curiga mencurigai.Hari ini gereja menetapkan sebagai minggu Palmarum (Palm = daun Palma), di mana orang di sekitar Yerusalem sedang menantikan pelintasan jalan Salib Yesus menuju Golgota. Inilah saatnya kita mengenang masa masa penderitaan Yesus. Apakah makna yang dapat kita jelaskan tentang minggu Sengsara (Passion) pada minggu ini ? Seperti pendapat anak kecil di atas, apakah kesalahan dan dosa Yesus sehingga salib harus dipikul, apakah ada kecurangan yang dilakukanNya sehingga Ia dihukum oleh para pejabat agama dan pejabat politik.?Marilah  kita merenungkan sejenak seraya membayangkan Yesus yang sedang memikul salib dengan mahkota duri dan tanpa pakaian menempel di badanNya, kini, tetesan keringat mulai terkucur deras, sementara orang-orang di sepanjang jalan tidak ada yang berempati memberi handuk mengusap keringatNya, juga tidak seorang pun memberiNya setetes air pelepas dahaga. Mereka semua berdiri, berbaris memanjang membentuk prosessi layaknya menyambut pejabat negara menuju Golgota dengan meneriakkan,: hukum saja orang ini,! Lha, kataNya, Dia Anak Tuhan tetapi mengapa Ia menjadi bodoh memikul salib."Seperti penjelasan sang ibu kepada anaknya tentang manusia kulit hitam tadi, maka orang Kristen perlu juga memahami makna Passion (Penderitaan) sebagai bentuk kebaikan dan kasih Tuhan atas dosa kita. Tuhan Yesus berkenan menderita bukan karena Dia seorang penjahat, tetapi demi untuk mengungkap tabir kejahatan manusia durhaka sehingga Dia rela memikul beban dosa kita pada kayu Salib di Golgota. Tuhan Yesus rela memikul salib bukan karena Dia bodoh, melainkan di atas salib ada peristiwa dan fakta Illahi, yaitu ; justru kemuliaan Tuhan akan diproklamirkan dari salib di Golgota. Fakta lain yang dapat kita lihat, bahwa maut, kematian, dan durhaka manusia menjadi saksi bahwa Yesus adalah Anak Allah yang justru menerima gelar penyelamat. Maka dengan peristiwa salib di Golgota ada keselamatan kepada orang percaya.Kita harus cerdas dan berhikmat memandang peristiwa Passion yang sedang dikerjakan Yesus dan oleh tradisi gereja mengenangnya dengan bentuk ibadah seremoni minggu-minggu sengsara (biasa disebut minggu Passion) di mana pada beberapa hari ini secara  rutin dan berturut-turut serta sistematis menguraikan peristiwa tersebut.Berbahagialah orang percaya karena dengan penderitaan yang dialami oleh Yesus bahwa ternyata dosa-dosa kita telah dikerjakanNya di atas salib Yesus. Amin.! (h)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS