Medan (SIB)- Kebaktian Jumat Agung, Jumat (3/4) di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Setia Budi, Klasis Medan Kampung Lalang di Jalan Setia Budi, Gang Kenanga Medan berlangsung hikmad.Kebaktian itu dihadiri 400 jemaat yang terdiri dari enam sektor perpulungen jabu-jabu (PJJ). Sebelum khotbah yang dibawakan Pdt Abner Girsang STh, para Mamre, Moria, lanjut usia (Lansia), Permata dan KAKR (Kebaktian Anak Kebaktian Remaja) mempersembahkan lagu pujian berupa koor.Selesai khotbah, perjamuan kudus dibawakan pendeta. Bahan khotbah diambil dari Mazmur 116: 1-2 dan 12-19, dengan tema "Serukanlah ucapan syukur bagi Tuhan".Pdt Abner mengatakan, tidak ada satu pun di dunia ini yang sanggup untuk menyelamatkan manusia dari dosa. "Yesus menderita dan mati di kayu salib untuk keselamatan manusia," kata Abner dalam khotbahnya.Karena begitu besar kasihNya akan dunia ini, Abner menambahkan, maka diberikanNya anakNya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia. Yesus adalah satu-satunya tokoh keselamatan itu, sehingga pemazmur menaikkan puji-pujian untuk kemuliaanNya."Bagaimana dengan kita?," tanyanya. Abner Girsang berharap, dengan memperingati Jumat Agung, manusia semakin menyadari bahwa pengorbanan Tuhan memberi jalan keselamatan kehidupan."Dan harapan terakhir, supaya kita lebih suci memperingati Jumat Agung dan merayakan Paskah daripada merayakan hari besar lainnya," harapnya. Usai kebaktian, anak KAKR mencari telur di halaman gereja. (A21/q)