Renungan

Penderitaan Menimbulkan Ketekunan

* (Roma 5:3) *Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 17 Mei 2015 18:27 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Seorang pemuda kristiani menemui seorang jemaat yang lebih tua dan bertanya, "Bersediakah anda berdoa supaya saya lebih sabar?" Lalu mereka pun berlutut bersama dan pria yang tua itu mulai berdoa, "Tuhan, kirimkan kesulitan kepada anak muda ini di pagi hari; kirimkan padanya kesulitan di siang hari; kirimkan padanya ...." Sampai di sini, pemuda itu memotong, "Bukan, bukan kesulitan! Saya meminta kesabaran. "Saya tahu,!" Jawab orang kristiani yang lebih tua itu, katanya lagi; "tetapi melalui kesulitanlah kita belajar untuk bersabar."

Sesungguhnya kata kesabaran dalam Kitab Suci dapat berarti kemampuan untuk tetap tegar di dalam tekanan kesulitan tanpa menyerah. Hanya orang yang sabar mampu menghadapi penderitaan, mampu bersikap tegar. Sebab dari penderitaan akan melahirkan pengharapan, sedangkan pengharapan akan menimbulkan iman

Ketika Rasul Paulus mengajarkan pengalaman rohaninya kepada jemaat di kota Roma yang mengatakan,  bahwa "kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan" (Roma 5:3). Hal itu ia kemukakan agar mereka mampu mempertahankan imannya berdasarkan pengorbanan Yesus melalui penderitaan, Salib, dan kematianNya. Nah, sekarang Paulus mengutarakan bagaimana ia juga turut mengalami seperti yang pernah terjadi kepada Yesus. Rasul Paulus menderita karena dipukul, 

dicambuk, dirajam, dianiaya, pernah kapalnya hampir karam. Namun, ia tetap tegar dalam imannya, ia tidak mundur dari tanggung jawabnya untuk mengabarkan Injil. 

Jika saat ini Anda sedang menghadapi ujian berat, seperti, menghadapi penyakit biasa atau kronis, kesulitan ekonomi, anak-anak susah diatur, peluang kerja sedikit, huru-hara sosial dan politik masih saja bergejolak.! Namun di bawah kendali-Nya yang penuh hikmat, segala sesuatu yang terjadi merupakan rancangan Kristus untuk membangun karakter kita. Pada akhirnya kita menjadi tahan uji, tangguh, bahkan mampu bermegah dalam penderitaan.

Ketika ada orang berpendapat dengan mengatakan bahwa hidup itu susah. Maka jawablah demikian, "Tentu saja.! Dunia ini memang menyengsarakan dalam segala hal. Akan tetapi sungguh nikmatnya sebuah penderitaan apabila seseorang mengatakan bahwa kita diciptakan untuk menyukai hal yang namanya penderitaan sebagai salib.

Mungkin saja jalan yang ditunjukkan Allah kepada kita, kerap kali tampaknya menjauhkan kita dari apa yang kita anggap baik, sehingga kita percaya bahwa kita salah jalan dan tersesat. Hal itu terjadi karena banyak di antara kita telah diajar untuk mempercayai bahwa jika kita berada di jalur yang benar, maka kebaikan Allah itu sama artinya dengan hidup yang tanpa masalah.

Namun, itu merupakan angan-angan yang sangat berbeda dengan pandangan Alkitabiah. Kasih Allah sering memimpin kita melalui jalan yang menjauhkan kita dari kenyamanan duniawi. Paulus berkata, "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia" (Filipi 1:29). Apabila kita telah sampai di ujung lembah kekelaman, kita akan mengerti bahwa setiap keadaan diizinkan terjadi demi kebaikan kita. 

Percayalah, tidak ada jalan yang seaman dan sepasti jalan yang telah kita lewati, sebab jalan pahit atau manis, suka dan duka, menyenangkan atau menyengsarakan, pastilah memberi hikmat tersendiri kepada kita. Ekspresi penyair berkata, ujung jalan tidak akan pernah bertepi kecuali kita sudah lelah, lalu istirahat. Jika kita dapat melihat jalan tersebut sebagaimana Allah selalu melihatnya, maka kita pun pasti akan memilih jalan yang dipilih Allah bagi kita. 

Demikianlah salib Kristus, beban salib tidak berakhir dengan kematian sebab ada kemuliaan yang belum terlihat mata. Sebab hari ini, atau esok hari, atau mungkin minggu depan, bisa saja bulan depan Tuhan akan mengaruniakan sejuta kebahagiaan dan kemuliaan Tuhan jika kita memikul salib itu bersama Yesus. 

Oleh karena itu jangan pernah meragukan dan takut terhadap penderitaan yang bagaimanapun sepanjang kita bersama Yesus. Amin..! (d)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS