Medan (SIB)- Agama kristen menentang pernikahan sejenis, biseksual dan transeksual merupakan suatu penyimpangan dari konsep pernikahan sakral agama kristen itu sendiri. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pascasarjana STT HKBP Pematang Siantar Pdt. Dr Martongo Sitinjak ketika dimintai pendapatnya Senin (6/7) pasca munculnya isu pernikahan pernikahan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Indonesia."Dalam konsep theologisnya, agama kristen sendiri menganggap pernikahan merupakan hal yang sangat sakral, karena Tuhan menciptakan manusia untuk hidup berpasangan, sehingga gereja menolak dan sangat menentang hal seperti itu, " tegas Sitinjak.Sitinjak juga yakin bahwa pernikahan sejenis akan sulit diterima karena tidak sesuai dengan nilai-nilai kultur, moral maupun hukum di Indonesia."Selain bertentangan dengan nilai adat ketimuran dan nilai moral, kita yakin negara tidak akan menerapknnya karena jelas bertentangan dengan aspek yuridis dan legalitas hukum di Indonesia. Oleh karena itu, kita kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat khususnya umat kristiani bahwa pernikahan sejenis sangat dibenci Tuhan dan itu merupakan dosa besar, " katanya."Dalam sejarah kitab Nasrani, Tuhan pernah murka, menghancurkan kota Sodom dan Gomora karena dosa-dosa yang sama seperti LGBT," kata dokter theologi lulusan Trinity Theological College Singapore ini mengakhiri.Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, menteri Agama RI Lukman Hakim Hasan juga telah menjelaskan bahwa pernikahan LGBT sulit diterima masyarakat karena tidak sesuai dengan ketentuan hukum, nilai-nilai moral, dan budaya di Indonesia. (Dik-FS/ r)