Parapat (SIB)- Pdt Dr Deonal Sinaga dalam khotbahnya pada rapat Pendeta Gereja HKBP Distrik X Medan-Aceh mengatakan, betapa pentingnya konsep kepemimpinan hamba seperti konsep kepemimpinan yang diajarkan Tuhan Yesus. Konsep itu sangat jelas dengan formulasi kepemimpinan hamba (servant leadership) yang dikembangkan dan dituliskan Robert K. Greenleaf, penulis dan mantan CEO perusahaan besar di Amerika Serikat T&T.†Jadi dia pertama-tama bukan ingin memimpin kemudian melayani, tetapi sebaliknya pertama-tama melayani. Sehingga akan ada ujian yang menjadi bukti nyata apakah pemimpin itu benar-benar menjadi pelayan hamba atau tidak. Ujian yang dimaksud adalah “apakah orang-orang yang dipimpin itu bertumbuh sebagai pribadi, semakin baik, semakin bijak, semakin kuat, semakin rendah hati, dan semakin ingin melayani?â€, ucapnya, Rabu (29/7) di Hotel Patra Jasa, Parapat. Kemudian dia menyampaikan, apakah pengaruh kepemimpinan itu kepada orang-orang yang miskin. Hal ini konsisten dengan suara dari Sidang Raya X Dewan Gereja-gereja Sedunia (DGD) bulan Oktober-November 2013 di Busan, Korea Selatan, yang menekankan bahwa tolok ukur pelayanan gereja masa kini harus memperhatikan orang-orang yang termarginalisasi, orang miskin, korban bencana, korban sistem pemerintahan dan sistem ekonomi yang menguasai dunia saat ini. Dia menyerukan kepada semua peserta rapat untuk benar-benar merefleksikan konsep kepemimpinan hamba ini dalam pelayanan. Untuk mengimplementasikan bahwa ini memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Murid-murid Yesus juga mempelajari ini dalam proses yang lama dan melelahkan. Namun demikian, dengan pertolongan Tuhan, dan jika kita bergandengan tangan, ‘together we can’ – bersama kita bisa. “Dengan ‘inner beauty’ (kecantikan dan keindahan dari dalam) dan ‘inner strength (kekuatan dari dalam) yang dianugerahkan Tuhan kepada kita semua, kita akan melangkah lebih mantap ke depan, mengimplentasikan kepemimpinan hamba,â€paparnya. Hadir pada rapat Pendeta tersebut, Ketua Rapat Pendeta (KRP) HKBP, Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing yang sekaligus Ketua STT HKBP. Dia memberikan sesi yang membahas : “AKTUALISASI DAN IMPLEMENTASI EKKLESIOLOGI AP HKBP 2002-AMANDEMEN IIâ€. Dasar pemahaman ekklesiologi kita temukan dalam tulisan rasul Paulus, yang mengatakan bahwa gereja adalah Tubuh Kristus, soma tou Xristou (1 Korintus 12:12-31 dan Efesus 4:11-16). Aktualisasi dan implementasinya, bagaimana HKBP: Berkat untuk Dunia.Hadir pula Pdt. Dr. Robinson Butarbutar sebagai Ketua Komisi Teologi HKBP yang memberikan sesi menyangkut “Pemilah-milahan Moral di dalam Gereja-Gerejaâ€. Ketua Komisi Teologi HKBP menyatakan bahwa teologi HKBP bergerak dengan pasti untuk menjawab tantangan isu yang berkembang saat ini. Dalam pemaparannya, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar mengangkat berbagai permasalahan sosial yang harus dijawab oleh teologi, bagaimana HKBP mengambil sikap dengan semua permasalahan itu menyangkut Globalisasi neoLiberal, Homoseksualitas, HIV AIDS, Bunuh Diri, Hukuman Mati, Abosri, dll. Studi ini menunjukkan faktor-faktor sosial dan etis yang luas yang mendukung terjadinya perpecahan di dalam Gereja tentang hal-hal moral. Untuk menjawab studi kasus ini diharapkan dialog oikumenis yang memiliki sumber bersama menyediakan pijakan bersama yaitu, Alkitab.Dilakukan juga sosialisasi tata dasar dan tata laksana HKBP 2002 setelah amandemen kedua (Aturan dohot Paraturan HKBP 2002 dung amandemen paduahon) yang dibawakan oleh Pdt. Daniel Taruliasi Harahap, MTh dan St. A. G. Simanjuntak, SH. tata dasar dan tata laksana HKBP 2002 setelah amandemen kedua ini akan berlaku di tahun 2016. Cemarah terakhir disampaikan Pdt Kardi Simanjuntak, M.Min Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh dengan topik : “Keseragaman Pelayanan Pendeta HKBPâ€. Praeses mengutarakan, bahwa adanya keberagaman pelayanan di setiap ressort maupun huria di distrik ini, sering menjadi tanda Tanya bagi warga jemaat kita, maka melalui rapat pendeta ini, perlunya kita upayakan keseragaman dalam pelayanan, dan hal ini tentunya akan dapat menghindari berbagai konflik dalam jemaat. Turut hadir ketua panitia Pdt. T.P. Nababan,STh yang didampingi oleh sekretaris panitia yang juga ketua umum PGI kota Medan Pdt. Martin Manullang, STh, MM . Peserta yang hadir sebanyak 194 orang dari 220 orang yakni para pendeta yang melayani di HKBP Distrik X Medan Aceh (sudah termasuk yang melayani di Lembaga HKBP dan yang study) mengikuti Rapat Pendeta HKBP 2015 Distrik X Medan Aceh yang meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli serdang, sebahagian kabupaten Serdang Bedagai, sebahagian kabupaten Karo dan juga provinsi Aceh. Adapun tema rapat pendeta ini adalah : Revitalisasi dan reaktualisasi tohonan pendeta HKBP, dengan sub-tema: Pendeta HKBP Mengembangkan Pelayanan dalam Rangka mewujudkan visi HKBP Menjadi Berkat Bagi Dunia. Tema dan sub-tema mengajak para peserta rapat pendeta untuk merasakan panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi masyarakat secara umum dan jemaat secara khusus. (A12/c)