Gereja Berziarah ke Hiroshima dan Nagasaki, Akhiri Ancaman Nuklir

- Minggu, 09 Agustus 2015 13:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_Gereja-Berziarah-ke-Hiroshima-dan-Nagasaki--Akhiri-Ancaman-Nuklir.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Hiroshima (SIB)- Pemimpin gereja dari tujuh negara saat ini membuat pilihan bersejarah bagi upaya pelarangan senjata nuklir dengan memulai ziarah pada awal Agustus dengan dua kota di Jepang yang hancur oleh bom atom 70 tahun yang lalu.Pemimpin gereja ini, yang mewakili gereja-gereja anggota Dewan Gereja Dunia (WCC) dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Republik Korea, Norwegia, Belanda dan Pakistan, berada di Hiroshima dan Nagasaki memperingati pemboman 6 dan 9 Agustus 1945.Di Jepang delegasi bertemu dengan korban bom atom, anggota gereja, tokoh agama dan pejabat pemerintah. Mereka  menyerukan panggilan internasional dari kedua kota tersebut. Langkah penting yakni mendesak pemerintah mereka untuk bergabung pada perjanjian antar pemerintah dalam menetapkan larangan resmi pada senjata nuklir. Inisiatif kemanusiaan ini sudah mendapat dukungan dari 113 negara.Uskup Mary-Ann Swenson dari United Methodist Church di Amerika Serikat, wakil moderator Komite Pusat WCC, memimpin delegasi."Kami berada di Hiroshima dan Nagasaki mengingatkan pada kengerian bom atom, dan untuk menegaskan apa yang dikatakan mayoritas selalu lebih besar dari Majelis Umum PBB. Ini adalah untuk kepentingan kelangsungan hidup umat manusia bahwa senjata nuklir tidak pernah digunakan lagi, dalam keadaan apa pun," kata Swenson."Stasi ini pada WCC ziarah keadilan dan perdamaian adalah salah satu yang sangat penting," kata Swenson. "Seperti yang kita berkumpul di tempat-tempat yang hancur dan mematikan oleh senjata 70 tahun yang lalu, kami menyadari bahwa 40 pemerintah masih mengandalkan senjata nuklir. Sembilan negara memiliki persenjataan nuklir dan 31 negara-negara lain yang bersedia untuk mengikuti  Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir atas nama mereka," katanya."Kami mengundang orang-orang Kristen di seluruh dunia untuk bergabung dengan kami dalam doa seperti yang kita membuat ziarah ini," katanya."Ulang tahun ke-70 dari bom atom merupakan tonggak penting," kata Peter Buktikan, direktur Komisi WCC dari Gereja Urusan Internasional (UCLA).Ketujuh jemaat anggota yang terlibat dalam ziarah ini ditempatkan dengan baik untuk mengambil sikap terhadap senjata yang paling merusak di dunia. Pemerintah mereka - AS, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Norwegia dan Pakistan - semua berjanji untuk mendukung perlucutan senjata nuklir. "Ziarah ini akan berakhir dengan membawa kritik moral dan spiritual dari dilema yang dimulai dengan serangan terhadap Hiroshima 70 tahun yang lalu kepada pemerintah yang masih bergantung pada senjata nuklir hari ini," kata Dr Isabel Apawo Phiri, WCC sekjen asosiasi. "Tujuannya adalah untuk membantu para pejabat kebijakan luar negeri menghargai kesempatan unik di tangan, yaitu, untuk menyelaraskan dengan mayoritas dan mempromosikan umum yang baik daripada mengabadikan berbahaya, tidak adil dan tidak stabil status quo."Selain Uskup Swenson, para anggota delegasi yaitu Dr Chang Sang, Gereja Presbiterian di Republik Korea dan WCC Asia Presiden; Uskup Dr Heinrich Bedford-Strohm, uskup memimpin Gereja-gereja Protestan di Jerman; Pendeta Baekki Heo Gereja Kristen Korea di Jepang, Uskup Agung Nathaniel Uematsu Gereja Anglikan di Jepang; Uskup Tor Jorgensen, Lutheran Church of Norway; Rev. Karen Van Den Broeke, Gereja Protestan di Belanda; Uskup Samuel Azarya, Gereja Pakistan; Pdt Dr Stephen Sidorak, United Methodist Church petugas ekumenis berbasis di Amerika Serikat dan anggota UCLA; ditambah Direktur Urusan Internasional Peter Buktikan dan konsultan Jonathan Frerichs dari WCC. (oikoumene.org/f) 


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS