Papua (SIB) - Ketua Umum Majelis Pimpinan Umum Gereja Kristen Pentakosta (GKP) Pdt Eliver Jhon Hutahaean SH MMin mengatakan, ketika penginjil dari gerejanya tiba di Papua untuk melayaniNya menginap di rumah keluarga non-Kristen. "Kejadian itu di Tolikara. Artinya, kehidupan sesama umat beragama di Papua, tidak ada masalah," ujar pria penggubah sejumlah lagu etnik Batak untuk ibadah di GKP itu, Sabtu, (25/7), melalui sambungan seluler. "Lima tahun lalu penginjil GKP dari Medan diutus ke Papua. Itulah cikal bakal GKP di Papua!" Komentar Pdt EJ Hutahaean dimintakan sehubungan pasca insiden di Karubaga, Tolikara, Papua. Pasca Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) GKP di Medan, 1 - 3 Juni 2015 yang berhasil memilih Sekretaris Umum, Pdt Titus Maringan Silalahi Diph Th, GKP tetap mengabarkan kabar kebenaran di Papua yang kini pimpinan cabang GKP Papua dijabat Milke Rajawane. "Statusnya evangelis dan kerjanya evangelisasi di Papua!" Di tempat terpisah di Medan, Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pdt Patut Sipahutar MTh, Minggu, (26/7) mengatakan sebagai umat beragama, pihaknya tidak ingin berkomentar mengenai insiden tapi justru berdoa bagi kedamaian. Didampingi Ketua Umum Panitia Pembangunan Gedung Sekolah Minggu dan Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI Jemaat Khusus Air Bersih Medan, Horas P Aritonang SE, Pdt Sipahutar menegaskan sebagai umat beragama tidak ada yang menginginkan ketidak-harmonisan apalagi sampai perseteruan. "Kita berdoa sajalah," ujarnya. Pesta Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI Jemaat Khusus Air Bersih Medan berlangsung meriah dihadiri lebih dari 4.000 undangan. Kemeriahan diisi dengan ragam lomba olahraga dan kesenian tapi semakin meriah tatkala biduan top Indonesia Judika dan Victor Hutabarat tampil. Di antara tetamu terhormat yang mengikuti kegiatan berhias hujan tersebut Irjen Pol Robert K Aritonang, Dr RE Nainggolan MM, Wali Kota Medan diwakili M Tampubolon, sejumlah pendeta dari intern GKPI maupun dari gereja tetangga termasuk Manuksuk H Hutabarat. (R9/c)