Medan (SIB)- Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata STh MA mengatakan, Gereja HKBP, khususnya gereja Protestan masih memiliki ajaran yang tegas soal perceraian. Bahkan dalam liturgi ibadah masih disebutkan “Dang jadi sirang ianggo so ni sirang hamatean†artinya, suami-istri tidak boleh bercerai kecuali dipisahkan kematian). “Jadi selalu kematianlah yang memisahkan, karena pengampunan, kelemah-lembutan, rendah hati itu selalu diketengahkan, secara normatif HKBP dan gereja Protestan lainnya menganut faham itu, bahwa tata ibadah pernikahan masih memegang aturan itu,†jelas Ephorus kepada SIB, Minggu (9/8) ketika memimpin ibadah Pesta Jubileum 50 tahun HKBP Karya Pembangunan, Resort Sei Agul Medan.Bahkan bagi HKBP dan Protestan lainnya, jika mengambil laki-laki dan perempuan yang sudah bercerai menjadi suami atau istri hal itu juga dianggap zinah. Oleh gereja HKBP dan gereja-gereja aliran Lutheran masih memegang teguh prinsip itu secara ketat. Kenapa HKBP masih memegang teguh ajaran itu? Semua itu karena firman Tuhan. Mungkin siapa tahu ke depan ada perkembangan Teologi, HKBP juga akan terbuka bagi perkembangan itu, tapi saat ini HKBP masih teguh pada ajaran.Dengan memegang teguh pengajaran itu kata Ephorus WTP, bisa saja HKBPdisebut sebagai gereja yang orthodox. Mungkin itulah yang membuat gereja-gereja di Sumut yang umumnya satu akar dengan HKBP masih komit dengan prinsip itu, seperti adanya siasat gereja yang disebut RPP (peraturan gereja) itu adalah cara untuk menjaga kekudusan gereja.Doktrin HKBP itu tidak boleh diterjemahkan dengan perasaan atau tafsiran yang beragam karena Firman Tuhan, karena firman Tuhan itu harus diimani dan dilakukan di dalam kehidupan. “Kenapa siasat gereja penting, itu karena cara gereja untuk mengawal kehidupan bergereja itu tetap Kudus, dan diwarnai dengan kehidupan yang manusiawi.Praeses HKBP Pdt Kardi Simanjuntak MMin dalam sambutan pesta Jubileum mengatakan, kebahagiaan yang sejati ada di tangan Tuhan, hanya Tuhan yang bisa menjawab doa dan memberi suka cita. “Dekatkanlah diri kepada Tuhan lewat membaca firman dan doa, agar berkat itu mendekat kepadamu, mintalah tuntunan Tuhan agar anak-anakmu jadi anak Tuhan. Karena Tuhan mendengarkan doa orang benar dan percaya,†ucapnya.Turut hadir Ketua panitia R Pangaribuan, Drs HH Simamora MSi (Kepsek SMAN 5 Medan) undangan: Ir Dorlan Sitorus, Baringin Simanjuntak, paduan suara SMAN 5 Medan, paduan suara dari HKBP Helvetia dipimpin Drs Unggul Sitanggang. Pada kesempatan itu Ephorus memberi cenderamata kepada mantan parhalado na gok tikki, mantan uluan huria, Sintua yang pensiun seperti : St M Situmorang, St M Hasibuan, St T Hasibuan, St JM Hutahaean, St M Sihombing, St Drs FS Turnip, St P br tampubolon, St N br Sinurat, St B Panjaitan, St P br Nainggolan, St JM Siringoringo, St Drs P Sirait, St I Sianturi. (A12/f)