RENUNGAN

Jangan Kuatir

* (1 Petrus 5:7) *Oleh: Pdt. Jansen Simanjuntak, MTh, MM
- Minggu, 23 Agustus 2015 15:06 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_Jangan-Kuatir.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tidak seorang pun yang hidup tanpa kekuatiran dan tidak satu pun dari antara manusia kebal dari kekuatiran. Jika seorang berkata bahwa ia tidak peduli akan apa pun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan. Yang menjadi pertanyaan: apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita? Sebelum kita belajar tentang firman Tuhan dan mencari tahu apa yang dapat kita perbuat terhadap kekuatiran kita, kita perlu tahu tentang kekuatiran itu sendiri.Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi. Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran–pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Merasa kuatir berarti merasa cemas, bingung dan pikirannya terbagi-bagi. Pertanyaan kedua : apa yang harus kita perbuat ketika rasa kuatir menyerang pikiran kita? Rasul Paulus menasihati, … “nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan Syukur, Damai Sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus “ (Pilipi 4:6-7).Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya merasa kuatir karena Tuhan Allah kita sanggup memberkati dan menjaga kita. Ketika kita kuatir kita sedang berupaya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat, ke bahu kita yang lemah. Mampukah kita? Tuhan bertanya:  “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6 : 27). Tidak ada gunanya memelihara kekuatiran yang justru akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri. Ada tertulis: “kekuatiran dalam hati membungkukkan orang” (Amsal 12:25); kekuatiran membuat kita kehilangan sukacita dan menderita sakit. Untuk menang terhadap kekuatiran, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati. Rasul Petrus lewat renungan pagi ini menasihati: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadanya sebab ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5 : 7). Ayat ini berbunyi singkat, padat dan jelas. Tuhan menyatakan bahwa kita harus menyerahkan SEMUA kekuatiran kita. Memyerahkan semua/ segalanya! Bukan setengah, bukan sepertiga, bukan 90%, tapi semuanya. Dalam bahasa inggris kata kekuatiran dirinci secara lebih jauh: “all your anxieties, all your worries, all your concerns, once and for all”. Semua ketakutan, kecemasan, kegelisahan, ketidaktenangan, segala yang membebani pikiran, sekali untuk selamanya.Mengapa kita boleh memyerahkan semua itu kepada Tuhan dan kemudian terbebas dari rasa-rasa negatif tersebut?  Jawabannya sangat jelas: “sebab Tuhanlah yang memelihara kita”. Bukan orang lain, bukan harta benda, bukan jabatan, bukan apapun yang ada di dunia ini, tetapi Tuhan sendiri. Dan kita tahu Tuhan punya kuasa yang tertinggi di atas segala-galanya yang ada. Rasa kuatir bukan saja membuat kita tidak bisa maju, tetapi bisa pula menenggelamkan kita. Kita lihat sebuah contoh dalam Matius 14 :29-30 : Ketika Petrus berjalan di atas air, pada mulanya imannya membuatnya mampu melewati batas logika dan kemampuan manusia. Ia bisa berjalan di atas air. Tetapi apa yang terjadi selanjutnya?  Petrus mulai merasa takut ketika angin mulai menerpa dirinya. Ketika rasa takut itu menguasai dirinya, imannya mulai goyah, lalu ia pun kemudian mulai tenggelam. Hal seperti itu sering terjadi bagi kita. Ketika masalah mulai datang menerpa dari segala arah seperti angin yang menerpa Petrus, kita pun bertindak sama seperti Petrus, membiarkan terpaan masalah itu menguasai kita dan menggantikan keyakinan kita kepada Tuhan. We tend to let our worries overcome us. Dan disaat itu terjadi, kita pun tenggelam.Apa tanggapan Yesus akan hal ini? Kita baca matius 14 : 31 = ”segera Yesus mengulurkan tangannya”, memegang dia dan berkata : “hai orang yang kurang percaya”, mengapa engkau bimbang? Dari ayat ini kita bisa melihat dengan jelas bahwa tenggelamnya kita bukanlah karena angin yang menerpa, tetapi karena kebimbangan kita. Kabar baiknya, dari ayat yang sama kita melihat pula bahwa “Yesus mengulurkan tangannya”. Dia tidak membiarkan kita tenggelam dalam ketakutan–ketakutan kita. Dia mengulurkan tangannya, siap mengangkat kita keluar. Dia siap untuk memerdekakan kita dari segala hal negatif, termasuk di dalam merdeka dari kekhawatiran, ketakutan, kebimbangan, kegelisahan dan lain-lain. Merdeka yang dimaksud Yesus ini bukanlah kemerdekaan stengah-setengah, ala kadarnya atau hanya berlaku pada satu-dua hal saja. Tetapi janji ini berlaku untuk kemerdekaan kita secara menyeluruh, total dan sepenuhnya. Dan itu akan kita peroleh dari Kristus.” Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar- benar merdeka” (Yohanes 8:32).Adakah diantara kita saat ini tengah dikecam kegelisahan atau kecemasan, sehingga anda tidak bergairah untuk melakukan apapun lagi? Ingatlah, bahwa Tuhan sudah meminta kita untuk menyerahkan segala kekuatiran itu kepadanya. Lihat bahwa Tuhan tidak menjanjikan untuk mengambil kekuatiran itu dari kita, melainkan kitalah yang diminta untuk menyerahkan semua itu kepada Tuhan. Jika kita menyerahkan segala perasaan negatif itu kepada Tuhan, Dia akan segera menggantikannya dengan sukacita. Kita tidak perlu memupuk rasa takut itu. Kita punya kesempatan untuk tenang hidup damai dan penuh sukacita, karena Tuhan yang lebih besar dari segalanya itu, yang siap menerima semua ketakutan kita itu tidaklah jauh dari kita, Dia bahkan tinggal di dalam diri kita. Dia sanggup membuat kita berhasil , lepas dari segala permasalahan dan melimpahi kita dengan berkat-berkatnya. Karena itu lepaskanlah semua kekuatiran anda, serahkan kepadanya. Teruslah bertekun dalam keyakinan kepada Tuhan. Dan kita tidak akan perlu merasa cemas lagi. Tuhan memberkati kita semua Amin.


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS