Renungan

Yesus Baik Luar Biasa

* Oleh Dr Parluhutan Manalu, MTh MM
- Minggu, 30 Agustus 2015 14:38 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Baru saja Yesus mendemonstrasikan kuasa-Nya di hadapan para murid dan masyarakat banyak yang sedang mengikuti Dia ke padang Gurun di seberang danau Galilea. Mujizat yang dilakukan Yesus adalah memberikan 5.000 orang makan hanya dengan 5 roti dan dua ikan. Sesudah mereka kenyang dan puas dengan pelayanan Yesus, Dia menyuruh orang banyak itu pulang jalan darat dan juga para murid-Nya tak ketinggalan disuruh pulang tetapi melalui jalan laut.Yesus mempunyai rencana yang indah bagi para murid-Nya yaitu untuk terus meningkatkan mutu penyerahan mereka kepada Yesus. Ketika para murid sudah naik ke atas perahu, awalnya perahu itu berjalan lancar tanpa halangan apapun. Angin malam menghantar mereka melaju menyeberangi danau yang indah itu. Barangkali ada mereka yang sudah tidur karena begitu kelelahan bekerja melayani orang yang harus diberi makan oleh Yesus melalui tangan-tangan mereka. Ketika mereka sedang berlayar, Yesus sedang berada di atas bukit sendirian untuk berdoa (ay. 14:23). Kita akan lihat beberapa kebaikan Yesus.  Pertama mendoakan orang. Tidak disebutkan apa topik doa-Nya, tetapi sudah dapat dipastikan bahwa Ia mendoakan mereka yang pulang dengan menggunakan jalan darat yang jumlah mereka ribuan orang.  Bahkan para murid-Nya yang sedang menggunakan perahu layar, termasuk juga dalam doa-Nya agar mereka selamat sampai di tujuan. Suasana pun berubah. Angin kencang mengamuk (ay. 24). Beberapa orang di antara mereka segera merasakan situasi yang membahayakan. Lalu mereka mengupayakan supaya mereka jangan tenggelam dan binasa. Usaha yang dilakukan hampir sia-sia, mereka hanya berteriak kosong dan tidak ada yang mengingat Yesus yang baru beberapa jam sebelumnya memperlihatkan kuasa-Nya yang luar biasa menjamu 5.000 orang makan sampai kenyang. Pikiran dan hati mereka kosong, tidak ada yang berdoa dan berterik meminta Yesus datang untuk menolong mereka. Walaupun mereka tidak memohon pertolongan Yesus, Dia tetap mendoakan mereka agar mereka selamat! Luarbiasa. Seringkali orang lupa meminta tolong kepada Yesus, tetapi Dia selalu mendoakan kita, mendoakan mereka agar semua selamat dan terhindar dari bencana dan malapetaka. Inilah kebaikanYesus yang pertama dalam nats ini.Kebaikan Yesus yang kedua adalah: Menenangkan hati paramurid-Nya (ay. 27). Ketika itu gelombang mengeluarkan kekuatannya dan hampir menenggelamkan biduk yang kecil itu. Bukan hanya gelombang, angin pun bertiup kencang seakan-akan siap menghempaskan mereka. Malam gelap gulita, perjalanan masih panjang, dan arah tujuan semakin tidak jelas-tak ada yang mereka harapkan untuk menolong mereka selain keputus-asaan yang sedang menyelimuti mereka. Mereka masuk kepada situasi yang sangat mencekam. Wajah mereka tidak ada yang bersinar, menciut dan mengecil semua!  Putus asa!  Itulah gambar situasi yang sedang mereka hadapi. Ketika para rasul masuk dalam situasi sulit inilah Yesus datang menghampiri mereka, lalu berkata: Tenanglah! Aku ini!  Jangan takut! Suara itu begitu merdu dan khas yang membuat hati dan wajah para murid-Nya bersinar kembali. Para murid ingat kembali bahwa Yesus baru saja melakukan mujizat, sehingga mereka yakin betul bahwa Dia akan segera menyelesaikan gelombang yang sedang mereka hadapi. Tenanglah! Seandainya ada Badan Kordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (BakornasPBP) di sekitar itu, tidak akan pernah berkata: Tenanglah! Kami ini! Jangan takut!  Buktinya ketika ada bencana, malam tiba dan angin kencang, maka pencarian dan pemberian pertolongan pun mereka hentikan. Kehadiran Yesus selalu memberikan ketenangan! Luar biasa.KebaikanYesus yang ketiga adalah: Menolong (ay. 28). Baru saja rasul Petrus mendengarkan suara Gurunya yang begitu merdu dan menyejukkan. Hatinya kembali pulih dan berkomunikasi dengan Yesus. Selama gelombang berjam-jam menghantam mereka tidak ada yang berani membuka "on line" atau berkomuikasi dengan-Nya. Ketika Petrus melihat Yesus, langsung berkata kepada-Nya: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Lalu Yesus memperbolehkannya. Ketika Petrus melihat kehebatannya berjalan di atas air dan gelombang danau, lalu ia takut dan segera ia hampir tenggelam. Seketika itu juga ia minta pertolongan Tuhan, maka segera Tuhan mengulurkan tangan-Nya, memegangnya dan menolongnya. Ketika Yesus dimintai tolong, Ia segera menolong siapapun yang berseru kepada-Nya. Luar biasa. Yesus Baik Luar Biasa! (Matius 14:22-33). Amin. (h)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS