Medan (SIB)- Setelah dua tahun dilanda konflik internal, akhirnya jemaat dan parhalado HKBP Binjai Amplas Resort Martoba berdamai dan secara resmi mengadakan ibadah malam perdamaian dan perjamuan kudus yang dipimpin Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Kardi Simanjuntak M.Min, Sabtu (22/8) di Jalan Pengilar Ujung Kecamatan Medan Amplas. Ibadah yang dihadiri ratusan jemaat dan parthalado itu juga dihadiri Kabid Koinonia Distrik Pdt Tampak Hutagaol MTh, Pdt Drs Viktor M Simatupang, pendeta HKBP Resort Martoba serta sejumlah pendeta HKBP undangan Distrik. Praeses secara khusus juga mengundang Paduan Suara (PS) Nafiri dari HKBP Uskup Agung Sugiopranoto (UAS) Medan mendukung ibadah malam perdamaian itu. PS Nafiri yang baru terbentuk di HKBP UAS itu membawakan dua koor yaitu "Tuhan Jesus Siparmahan dan Terima Kasih Tuhan" membuat suasana lebih hikmat.Praeses Kardi Simanjuntak dalam kotbahnya dari Roma 15: 5-7, menekankan agar jemaat dan parhalado saling menerima satu dengan yang lain sama seperti Kristus juga telah menerima kita tanpa syarat. Meskipun ada banyak permasalahan yang dihadapi jemaat selama ini terkait perbedaan persepsi yang berakibat konflik internal harus segera dimusnahkan agar tidak menjadi penghalang persatuan dan kesatuan umat kristen khususnya jemaat HKBP.Dia juga mengungkapkan, masih ada beberapa gereja HKBP di Medan yang masih bergelut dengan konflik internal yang sampai saat ini diupayakan penyelesaiannya. HKBP Binjai Amplas patut bersyukur dengan kesadaran sendiri mengikat perdamaian. Kita yakin terealisasinya perdamaian ini adalah atas kuasa Roh Kudus. Sehingga HKBP Binjai Amplas akan menjadi model perdamaian bagi gereja-gereja lainnya yang masih mengalami konflik internal. "Kita patut bersyukur atas anugerah Tuhan yang sangat luar biasa yang diberikan kepada kita dan pada malam ini kepada jemaat HKBP Amplas. Meskipun selama 2 tahun belakangan gereja ini mengalami goncangan akibat konflik internal hanya karena kekurangfahaman dalam menjalankan aturan gereja yang membuat jemaat hampir terpecah. Tetapi karena anugerah Tuhan yang luar biasa dan kuasa Roh Kudus, jemaatnya kembali dipersatukan. Biarlah kiranya kedepan ini menjadi contoh dan model perdamaian dan malam ini menjadi tonggak sejarah bagi jemaat HKBP di Distrik X Medan-Aceh bahwasannya jemaat atau gembala mampu saling memaafkan, seperti Kristus yang juga memaafkan kita, " ujarnya. Usai ibadah dan perjamuan kudus, jemaat, parhalado dan para pendeta dan keluarga serta undangan makan bersama. Para jemaat tampak bersukacita menikmati malam perdamaian tersebut. Meskipun undangan banyak, dengan ramah dan sukacita jemaat dan remaja/naposo bulung melayani para tamu dan semuanya terl ayani dengan baik. Bahkan pada saat acara hiburan dan pengumpulan dana dilakukan, para tamu juga masih disuguhi ikan bakar yang sebagian langsung dilelang oleh Pdt Tampak Hutagaol untuk membantu pengumpulan dana pembangunan meskipun sejak awal praeses mengatakan tidak ada acara lelang melelang dan pengumpulan dana dilakukan spontanitas. Pdt Kardi Simanjuntak juga didaulat untuk melantunkan lagu yang dilelang hingga Rp10 juta. Dilanjutkan dengan sumbangan spontanitas lainnya dari pribadi-pribadi PS Nafiri HKBP UAS pada malam itu juga memberikan bantuan berupa uang tunai Rp12.5 juta ditambah lagi dengan sumbangan untuk lelang lagu serta sumbangan spontanitas dari sejumlah anggota PS Nafiri. Semuanya tampak bersukacita khususnya saat PS Nafiri mendapat satu ulos dari panitia dan ulos tersebut diuloskan lagi kepada Praeses bersama ibu br Pasaribu oleh Ketua PS Nafiri St Drs Oloan Simanjuntak MM sebagai dukungan untuk lebih bersemangat memberhasilkan perdamaian dan tugas-tugas membina jemaat di Medan-Aceh. Para pendeta dan keluarga yang hadir juga bersukacita, di antaranya Pdt. Parsaoran Sinambela (Distrik), Pimpinan Jemaat HKBP Binjai Amplas Gr Klemens Situmeang, Pdt Rumondang Sitorus STh, Pdt Marganda Lubis STh, Pdt Leonardo Sinambela, Pdt Budianto Sianturi, Pdt Heince Simanjuntak, Diakones R Br Sitompul, punguan STM Dosroha, STM Agape, STM Holong, STM Dame, seluruh anggota jemaat HKBP Binjai Amplas dan undangan lainnya.Panitia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir pembangunan gereja ini memang mandek akibat konflik internal. Namun sekarang konflik telah berakhir dan era baru dimulai dengan menggalang solidaritas jemaat. Acara malam perdamaian dan pembangunan nada dan dana ini diharapkan bisa membantu program pembangunan fisik gereja seperti pembangunan ruang konsistori dan toilet gereja. Pada malam itu tampak antusiasme seluruh pendeta, warga jemaat maupun para undangan dipimpin langsung Praeses Pdt Kardi Simanjuntak dan Pdt Tampak Hutagaol serta Inang Pdt Br Sinaga dari HKBP Sei Agul dalam mendukung pengumpulan dana. Sehingga dalam hitungan jam, panitia mampu mengumpulkan dana sekitar Rp.60 juta.Panitia Pembangunan HKBP Binjai Amplas terdiri dari LP Sihombing, Sekretaris SM Nadapdap dan Bendahara Jimmy Simanjuntak ST. (DIK-FS/k)