Gereja Kecam Perdagangan Manusia

- Minggu, 06 September 2015 11:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib_Gereja-Kecam-Perdagangan-Manusia.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Pdt Megawati Harefa STh
Medan (SIB)- Gereja mengecam perbuatan dan tindakan perdagangan manusia saat ini. Karena, tindakan tersebut melawan harkat dan martabat manusia. Gereja dipanggil untuk memperjuangkan harapan dan kedamaian bagi umat yang mengalami penindasan akibat kekerasan dan perilaku ketidakadilan lainnya.“Sebagai salah satu institusi sosial, gereja dalam pelayanan di dunia tidak memisahkan diri dan perhatiannya dari persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini, gereja harus menyikapi secara aktif untuk mencegah dan menyelamatkan diri dari tindakan-tindakan yang mengorbankan harta dan martabat seseorang,” ujar Pdt Megawati Harefa STh.Maraknya kasus pengiriman tenaga kerja ilegal adalah sebagai salah satu bentuk kasus perdagangan manusia oleh karena tindakan oknum-oknum yang tidak manusiawi.Megawati mengatakan pengiriman tenaga kerja ilegal memberi peluang bagi terjadinya eksploitasi manusia. Tenaga kerja ilegal akan dipasarkan sesuai penampilan, kemampuan dan lain-lain. “Ini berarti, manusia sama halnya dengan barang di pasaran. Apakah laku atau tidak di pasaran, yang laku akan ditempatkan sesuai kemauan majikan untuk melakukan tindakan apa saja. Sementara yang tidak laku, bisa dikembalikan,” katanya.Dijelaskannya, sangat diperlukan peran gereja untuk dapat membina jemaatnya dan memberikan pemahaman sejelas-jelasnya serta aktif melakukan pendekatan dengan jemaat untuk dibekali informasi pengiriman tenaga kerja yang benar. Dengan demikian jemaat mengerti dan paham jika ada sesuatu yang berbeda dari prosedur yang ada.Gereja adalah salah satu institusi yang dapat dipercaya kebenaran dan keberadaannya, maka gereja dituntut harus aktif membekali jemaatnya, karena kasus perdagangan ini bisa saja melibatkan pengambil kebijakan, termasuk aparat keamanan.Sulitnya mencari pekerjaan terkadang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perdagangan manusia. Karena sering dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengiming-imingi dan menjanjikan korbannya mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan penghasilan yang besar. Sehingga itu alasannya mengapa orang memilih mencari kerja di luar daerah.“Apabila orang-orang yang akan merantau untuk mendapatkan pekerjaan tidak disertai dengan bekal pengetahuan yang cukup itu yang akan menyebabkan perdagangan manusia marak terjadi, karena menjadi peluang terjadinya pengiriman tenaga kerja ilegal,” ujarnya. (Dik-ECS/f)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS