Medan (SIB)- Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA mengatakan, berbahagialah perempuan Batak yang di tahun 2015 kejuangannya diperingati yakni sebagai tahun perempuan HKBP. Perempuan Batak senantiasa teguh memegang firman Tuhan, tetap bertanggung jawab terhadap masa depan putra-putrinya agar kelak bisa menghadapi tantangan hidup.Di Tapanuli, Banyak perempuan Batak yang tidak tamat sekolah, tapi dia sangat bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya. Meski sambil “mangompa†(menggendong) anaknya yang masih balita dia mampu bekerja keras mencangkul sawah, memupuk dan memanen. Tak peduli terik matahari dan guyuran hujan deras demi kelangsungan hidup keluarganya. Tugas kaum ibu sangat berat, dia harus mengurus putra-putrinya, tatkala harus bergumul mencari nafkah agar ada yang mereka makan di rumah.“Setelah anak sudah mulai berbicara, ibu menjadi guru dan mengajarkan berbagai pendidikan yang dia tahu sebisanya. Kemudian ibu membuka Alkitab, membacakan firman, diajarkannya si anak berdoa agar si anak kelak menjadi anak cerdas, beriman dan anak-anak yang takut akan Tuhan. Doa yang khas diajarkan ibu orang Batak yang tetap kita ingat sampai sekarang adalah: Metmet au on, baen ias rohangkon, sasada o Jesus donganku tong tong, Amen,†ucap Ephorus pada pesta puncak tahun perempuan HKBP Sei Agul, Resort Medan IV yang dirangkai dengan mangompoi/mamasuki bagas Huria, Minggu (6/9) di HKBP Sei Agul Jalan Gereja Medan Barat.Oleh karena itu, wanita Batak pertama sekali jadi guru di rumah memberi pendidikan dan firman Tuhan kepada anak-anaknya, setelah itu barulah dilanjutkan oleh guru di sekolah dan guru sekolah minggu di Gereja. Ibu-ibu orang Batak bekerja keras mempersiapkan anak-anaknya, sampai melepasnya menjadi manusia yang mandiri. “Di “Sibaganding tua†(rumah) ada ayah dan ibu yang tangguh, di dalamnya ada interaksi, ada persekutuan doa, ada bernyanyi, berbahagialah kaum ibu yang telah berhasil melepas putra-putrinya yang kini menjadi harapan bangsa dan gereja, tersenyumlah kaum ibu ketika mengingat anak itu masih kecil, buah doamu sudah dikabulkan Tuhan,†terang Ephorus.Ephorus juga mengingatkan bahwa ketenangan berasal dari Tuhan, Tuhan yang memberi manusia kemampuan. Oleh karena itu tidak ada kamus putus asa, orang percaya tidak boleh mengatakan tidak mampu. Meski ada badai, gelombang dan riak-riak tidak boleh dikhawatirkan, karena Tuhan tetap ada memberi kekuatan. Sama seperti yang dilakukan jemaat HKBP Sei Agul yang telah diberi Tuhan kemampuan membangun rumah dinas pendeta, Biblevoruw dan kantor Resort.Ketua panitia pembangunan Drs Irwanto Tampubolon MPd mengatakan, dana pembangunan terkumpul lewat jemaat, tok tok ripe sektor, janji iman dan spontanitas. Setiap membangun gereja ini tidak pernah melaksanakan pesta pembangunan, pesta dilakukan “menempel†pada puncak-puncak acara seperti puncak Jubileum dan puncak pesta tahun perempuan HKBP. Turut hadir ketua pelaksana pesta peresmian rumah dinas Pendeta AKBP DR Maruli Siahaan SH MHum, Ketua tahun perempuan HKBP Sei Agul Ny Erika Lauren Gultom br Tampubolon, Ketua II pesta peresmian Dra Veronika Sitanggang, tampak hadir Ketua Komunitas Diakonia HKBP Distrik X Medan-Aceh Ir Washington Pane MSc, Kabid Koinonia Pdt Tampak Hutagaol STh, Ir Lauren Gultom MEng, Pdt Dominggon Simanjuntak STh, Tama Ban Sihombing, Suryani Siahaan, mewakili jemaat Prof Drs Panjaitan dll. (A12/q)