Krisis Lingkungan Hidup Melanda Dunia

Sekum PGI: Dunia 5 Menit Lagi Gelap

- Minggu, 27 September 2015 14:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Sekretaris Umum (Sekum) PGI Gomar Gultom mengatakan bahwa dunia lima menit lagi akan gelap. Senada dengan Gomar, Ketua PGI Albertus Patty memandang ungkapan ini merupakan pertanda bahwa dunia semakin hancur. Gelap menyimbolkan situasi atau keadaan yang tak berpengharapan. Bila bumi gelap, itu artinya manusia tak lagi memiliki harapan untuk menciptakan keadaan yang damai."Ini saatnya kita nyalakan lilin kecil. Lakukan sesuatu dari yang kecil-kecil. Entah mulai dengan menanam, kurangi penggunaan AC, atau ingatkan para kapitalis itu supaya jangan membakar hutan. Karena membakar hutan adalah membakar bumi. Kita semua akan mati dalam kepanasan yang luar biasa. Kita mengalami kegelapan bersama," katanya. Krisis lingkungan hidup melanda dunia. Kebakaran hutan, suhu ekstrem, bencana alam, dan kepelikan lain menjadi tanda bahwa manusia tengah lepas tangan terhadap kerusakan yang terjadi.Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) bersama tokoh lintas agama, bersatu menggelar doa untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung 25 September 2015 di New York, Amerika Serikat.Melalui darasan doa yang dilantunkan bersama puluhan lilin yang dinyalakan bersama, sejumlah kelompok agama ini mendoakan para pemimpin negara agar dapat mengambil keputusan yang tak menyengsarakan bumi. Ketua PGI, Albertus Patty berujar, manusia di seluruh dunia tengah diingatkan kembali terhadap persoalan yang dihadapi oleh dunia."Kita diingatkan kembali tentang begitu banyak persoalan yang dihadapi di dunia, baik persoalan lingkungan hidup, persoalan peperangan, pengungsi, ketidakadilan, dan persoalan lain. Titik ini membuat manusia harus bertobat dari keserakahan, ketamakan, ketidakmanusiaan," ujarnya  Kamis (24/9) malam.Manusia pun digambarkan sedang membunuh dirinya sendiri. Sebab, ujar Patty, manusia mengklaim diri menjadi makhluk yang paling beradab, namun justru dengan keserakahannya menguasai bumi membuktikan bahwa sejatinya manusia lah makhluk yang biadab."Orang mungkin tidak membunuh sesamanya dengan langsung, tetapi dengan cara yang lebih canggih," kata Patty.Rupa bumi yang semakin memprihatinkan mendorong manusia untuk bertobat dari keserakahan dan kemunafikannya."Kemunafikan ketika agama itu cuma sekadar simbol dan sekadar ritual, tetapi ternyata dia tidak bicara tentang lingkungan hidup, tentang kemanusiaan, dia diam ketika ada pengungsi bahkan dia menjadi bagian dari problem itu sendiri," Patty bertutur.Pendeta GKI Maulana Yusuf ini menilai manusia, terutama agama-agama tak terlalu serius dengan keadaan dunia. Kebanyakan manusia beragama hanya fokus pada urusan pribadinya dengan surga dan neraka. Tak lebih dari itu, manusia juga hanya fokus mencari kesalahan orang lain."Dunia ini adalah dunia yang sakit oleh karena manusia yang sakit. Kita tidak punya pilihan lain kecuali saling menyembuhkan," kata dia. (sh.com/h)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS