Medan (SIB)- Paduan Suara Sekolah Minggu HKBP Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Resort Medan Kota tampil sebagai Juara I setelah meraih nilai tertinggi (GOLD) pada Pesparawi CSC 2015. Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi ini diselenggarakan oleh Crescendo Studio Choir (CSC), sebuah wadah yang mempunyai visi memajukan paduan suara gerejawi dan sudah berkiprah sejak 10 tahun yang lalu. Bertempat di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara, Jl.Perintis Kemerdekaan kegiatan ini dilaksanakan 31 Oktober – 1 November 2015, dengan peserta terdiri dari tiga kategori yaitu : Kategori Paduan Suara Anak, Kategori Paduan Suara Campuran (Pemuda/Remaja), dan Kategori Paduan Suara Pria/Koor Ama. Dari jumlah peserta terlihat bahwa aktivitas paduan suara ini cukup diminati masyarakat Sumatera Utara umumnya khususnya masyarakat kota Medan.Membanggakan, PS SM HKBP UAS – yang berjumlah 32 orang mulai dari anak berumur 6 - 13 tahun yang dilatih dengan sabar oleh Katrin Sidabutar, SE.Ak yang juga sebagai konduktor -- mendapat total score 82,3 dari tiga orang juri di antaranya Daud Kosasih yang sudah dikenal sebagai juri paduan suara bertaraf internasional. Atas lagu wajib â€Mari Bernyanyi†karya Halomoan Tampubolon dan lagu pilihan â€Lord Bless You and Keep You†karya Jhon Rutter, PS SM HKBP UAS mendapat nilai masing-masing 90 dari Daud Kosasih untuk Sound Quality (meliputi choral sound, blending, dan keseragaman bunyi), 85 untuk Technique (tempo,dinamika) dan 80 untuk artistic (penjiwaan lagu, penyajian lagu, koreografi). Dalam pengantar sebelum pengumuman juri, Daud Kosasih memberikan evaluasinya antara lain menyatakan adanya kelemahan pengucapan frase lirik lagu, kesesuaian dengan karakter lagu dan juga hal ketepatan nada. Namun hal menarik ialah bahwa ketika hasil lomba ini dibacakan, seluruh peserta yang memadati ruangan pada sore/malam pengumuman itu, nampaknya menerima dengan baik hasil penilaian juri dimaksud; tidak terdengar ada peserta yang menggerutu atau mengomel mengomentari hasil kejuaraan itu. Anak-anak PS SM HKBP UAS pun nampak senang atas prestasi yang mereka peroleh dan tentu bukan semata-mata atas medali, sertifikat, dan uang hadiah yang mereka terima tetapi mereka juga senang menyanyikan lagu pujian yang mereka bawakan yang liriknya mengandung pernyataan senang memuji Tuhan (lagu wajib) dan doa dalam ekspresi kasih untuk sesama (lirik lagu pilihan). Tentu saja sukacita menyanyikan pujian menjadi hal penting karena paduan suara yang diwadahi dalam Sekolah Minggu Gereja ini tentu sejalan dengan visi Sekolah Minggu yang memberikan pengajaran kepada anak-anak untuk memuliakan Tuhan. Lewat lomba seperti ini mereka juga dibawa mengalami hal-hal rohani serta kegembiraan yang tidak hanya tergantung pada hasil lomba. Katrin Sidabutar, sang konduktor menyatakan bahwa anak-anak ini dilatih intensif selama dua minggu dan semuanya dapat berjalan demikian karena para orangtua juga semuanya mendukung. Selamat SM HKBP Uskup Agung Sugiopranoto, selamat menjadi anak-anak masa depan gereja dan bangsa yang senantiasa memuliakan Tuhan. (R4/c)