Kita semua berhadapan dengan batas waktu, jika kerja di kantor jika kita mulai dari pagi hari maka akan berakhir pula di sore hari, jika mereka yang bekerja mulai sore hari/malam hari maka waktu berakhir pada esok paginya. Demikian juga halnya dengan batas akhir setiap kewajiban tagihan pembayaran, surat izin yang harus diperpanjang, laporan pajak yang harus dikirimkan, tagihan surat kabar berlangganan segera harus dibayar dan sederet daftar lainnya kewajiban yang harus dibayar bila sudah tiba waktunya. Begitulah hidup kita di dunia ini, ternyata di dunia ini bahwa hidup ada batas waktu yang harus kita jalani. Ada satu batas waktu yang tidak dapat diperpanjang, yang akan dihadapi semua orang, batas waktu tersebut tidak bisa diperpanjang atau diatur oleh kuasa manusia, pembatas waktu di dunia ini yang disebut dengan "kematian awal". Alkitab berkata, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi"(Ibrani 9:27).Artinya, semua orang akan mati, kecuali orang-orang percaya yang masih hidup, begitupun hal itu terjadi hanya pada saat kedatangan Yesus kembali (1 Tessalonika 4:16,17). Dan semua orang dari permulaan sejarah akan berdiri di hadapan Allah untuk menerima penghakiman. Betapa bodohnya kita bila melalaikan persiapan yang dibutuhkan untuk pertanggungjawaban yang tak terelakkan ini! Sebab hidup di dunia ada batas waktu yang ditentukan untuk kita. Dalam Lukas 12, Yesus menceritakan perumpamaan seorang kaya yang berencana mendirikan lumbung-lumbung yang lebih besar untuk menyimpan seluruh harta duniawinya sehingga ia dapat hidup dengan santai dan bersenang-senang. Namun, tanpa diduga Allah berseru, "Bodoh! Malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu" (Lukas 12:20). Sebelum batas waktu terakhirnya telah tiba. Apakah Anda siap bertemu Allah? Jika Anda belum menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi Anda, terimalah Dia sekarang, jangan tunda lagi. Percayalah bahwa Dia telah mencurahkan darah-Nya di kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa anda, dan telah mengalahkan maut dengan bangkit dari kubur. Mintalah Dia untuk menyelamatkan Anda. Dengan demikian, Anda dapat menghadapi batas waktu hidup dengan penuh percaya diri.Saudara mungkin ada mengenal seseorang yang tidak mendapatkan warisan yang telah disiapkan oleh orangtuanya karena adanya kekeliruan dalam surat wasiat. Dalam artikel berjudul "Uang dan Hukum", pengacara Jim Flynn mengatakan jika Anda ingin mewariskan tanah Anda kepada penerima yang Anda pilih dan bukan pada pejabat hukum, sebaiknya jangan membuat surat wasiat sendiri. Dokumen ini memang sah, tetapi sering tidak jelas sehingga gagal memberikan kepastian hukum dalam situasi tak terduga. Sang pengacara menganjurkan agar kita membuat surat wasiat resmi yang memastikan bahwa keinginan kita tersampaikan.Surat wasiat yang dibuat oleh tangan manusia bisa saja gagal, tetapi tak ada kata-kata yang kurang jelas tentang warisan yang disediakan Allah bagi kita. Rasul Petrus menegaskan bahwa Allah "telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu" (1 Petrus 1:3,4).Tak ada fluktuasi ekonomi yang dapat mengurangi warisan ini. Warisan ini tak dapat ditinjau ulang oleh pengadilan atau diperdebatkan dalam keluarga yang tidak akur. Tak ada penderitaan atau pencobaan yang dapat mengurangi atau mengubah apa yang telah disediakan Allah bagi kita. Warisan kita pasti dan kekal (Ibrani 9:15). Dan jika kita hidup bagi Dia, kita beroleh kepastian bahwa surat wasiat-Nya bagi hidup kita hari ini adalah "baik, berkenan, dan sempurna" (Roma 12:2).Sebelum tiba ajal kita di dunia, sebelum warisan kehidupan kekal disampaikan kepada sang ahli waris, yaitu ; mereka yang percaya kepada Kristus sebagai Bapa kita yang kekal. Maka kita sebaiknya mempersiapkan diri kita menjadi orang yang memang berhak menerima warisan hidup yang kekal.Hari ini, menurut kalender tahun gerejani bahwa tradisi gereja yang menetapkan suatu peringatan bagi orang mati (memento memory ; ingatlah hari kematian). Hal ini dimaksudkan bahwa ada limit waktu kita di dunia ini, namun sebelum tiba waktu hari kematian tersebut maka kini saatnya kita mempersiapkan diri untuk merenung, mengubah sikap, bertobat, berbuat kebajikan, melakoni kasih Kristus.Oleh karena belum tiba waktu kita untuk penghakiman maka marilah kita perbanyak perbuatan yang mendatangkan kebaikan agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan dan kita tidak termasuk pada penghakiman yang divonis hukuman yang kekal. Amin.! (c)