RENUNGAN

Dimanakah Kelemahan Saya

* Yer 33:14-16, 1 Tes 3:12-4;2. Luk 21:25-28,34-36 * Oleh Fr D Fernando Tilman, OFMCap
- Minggu, 29 November 2015 14:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib_Dimanakah-Kelemahan-Saya.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Memasuki Masa Adven ini kita mendengar Nabi Yeremia dalam Perjanjian Lama mewartakan berita gembira: Tuhan akan datang membawa damai di Yerusalem. Dan Paulus dalam Perjanjian Baru juga menegaskan, bahwa Penyelamat sudah datang, tetapi kita harus "bangun dari tidur" untuk menyambut-Nya. Sebab Yesus sendiri yang datang sebagai Pembawa keselamatan berseru: "Hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga". Padahal Ia sudah datang secara nyata di Betlehem dan mati di Yerusalem.Kedatangan (adven) Penyelamat yang diwartakan di dalam bacaan-bacaan selama Masa Adven ada yang ditujukan kepada kelahiran Yesus di Betlehem, tetapi yang perlu kita perhatikan ialah pewartaan dan peringatan akan kedatangan keselamatan kita pada akhir hidup kita, dan akan kedatangan zaman terakhir dunia kita.Untuk menangkap makna Adven dan Natal yang sebenarnya, kita harus memiliki suatu kehendak dan kemurnian hati yang jernih dan murni. Hati kita harus sungguh tertuju kepada yang apa baik, yaitu menurut kehendak Allah. Jangan sampai ibaratnya seolah-olah kita seperti orang-orang Yahudi dahulu, yang pergi ke Yerusalem, Kota Keselamatan, untuk diselamatkan, tetapi tidak tahu bahwa Yesus Penyelamat itu lahir di luar kota Yerusalem. Kita sendiri secara sadar atau tidak sadar berpikir, bahwa keselamatan kita ini pertama-tama harus dengan perhitungan, melulu secara rasional, memikirkan keadaan ekonomi dan kemakmuran supaya makin terus meningkat. Bahkan disertai dengan praksis atau kegiatan keagamaan atau kesalehan secara lebih meriah, menyolok, bahkan makin kerap mau memperdalam hidup rohani dengan pergi jauh-jauh sampai ke luar negeri untuk berziarah. Namun kerap kali sebenarnya lebih atas dasar perhitungan, bukan berlandasan pada ketajaman dan kepekaan terhadap makna iman dan pesan Kitab Suci.Ada bencana alam yang bisa diketahui dan disebabkan manusia sendiri. Ada bencana ekonomi, ada problem Bank Century, ada hal tentang perang suku bangsa, soal komplikasi import dan eksport. Ada ketegangan perang misalnya Korut dan Korsel. Secara konkrit terorisme yang terjadi di Prancis-Paris, bencana kabut asap yang menjadi skala nasional yang terjadi di Palembang dan Kalimantan yang berefek pada semua daerah Indonesia, jatuhnya pesawat,  letusan gunung Merapi di daerah kita seperti Sinabung di Karo, semuanya membawa dampak dan tanda-tanda alam bahwa ada masanya alam juga memiliki ritme hidup untuk menyatakan sesuatu kepada kita manusia untuk lebih memaknai hidup sebagai orang yang beriman.Kedatangan Natal, kelahiran Penyelamat, sudah kita ketahui dengan pasti. Tetapi Yesus sendiri berkata: "Waktu kedatangan Anak Manusia tidak dapat kamu duga". Inilah kiranya makna Masa Adven yang baru kita masuki dan Perayaan Natal yang akan datang.Yaitu bahwa kita harus mempersiapkan diri atau selalu siap siaga untuk menyambut kedatangan Yesus Penyelamat, tetapi bila Ia akan datang memanggil kita masing-masing.Karena itu Masa Adven harus merupakan masa tenang, masa damai, masa menyediakan waktu, bukan hanya untuk memikirkan kebutuhan keselamatan jasmani dan materiil, melainkan juga bahkan terutama keselamatan rohani dan non-materiil. Hanya dalam kondisi dan situasi pribadi yang sungguh tenang, kita akan lebih mampu merayakan Natal dalam arti yang sesungguhnya. Hanya dengan demikian kita dapat dijauhkan dari rasa takut dan khawatir, namun terutama dibebaskan dari kelekatan akan dan ketergantungan dari harta benda melulu. Kita harus selalu ingat: Yesus dilahirkan di luar kota, artinya bukan di tempat alamiah, yaitu Yerusalem. Ibaratnya Yesus sendiri disiapkan Allah Bapa untuk melaksanakan perutusan penyelamatan-Nya di Yerusalem. Ia dipersiapkan Bapa-Nya lahir di "luar kota".Tuntutan atau syarat inipun, meskipun dalam bentuk lain, juga ditujukan kepada kita, apabila kita sungguh ingin diselamatkan. Artinya, bila kita mau menghayati Masa Adven dan Pesta Natal secara benar dan bermakna. Marilah selama Masa Adven ini, kita masing-masing menurut kemungkinan dan caranya sendiri berusaha mengadakan usaha "mawas diri". Dalam hubungan kita pribadi dengan Allah sendiri, dengan pribadi Yesus, dengan sesama kita dalam biara, pastoran, keluarga, lingkungan hidup dan karya. Di manakah kelemahan saya? Bagaimanakah pandangan saya tentang keselamatan oleh Yesus Kristus? Maukah saya lahir kembali bukan di Yerusalem menurut keinginanku, tetapi justru harus mau dan berani dilahirkan kembali seperti Yesus " di luar kota". Selamat Menjalani Masa Adven. Tuhan Memberkati. (d)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS