5 Berita Gereja Terheboh Tahun 2015

- Minggu, 10 Januari 2016 15:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tak terasa tahun 2015 akan segera berakhir. Tentunya banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang telah terjadi sepanjang menapaki tahun ini, khususnya bagi umat dan gereja Tuhan. Banyak pemberitaan dan peristiwa-peristiwa di belahan dunia yang mendera orang-orang percaya dan pelayan Tuhan, baik karena imannya, intoleransi, ataupun karena perbuatannya. Dan peristiwa itu sejenak menimbulkan kegusaran dan ancaman di berbagai belahan dunia.Meskipun begitu, setiap peristiwa pasti akan berakhir juga dan hanya tinggal menyisakan kenangan yang bisa dipetik hikmahnya. Adalah baik  sejenak merefleksikan kembali peristiwa-peristiwa menghebohkan yang pernah terjadi di belahan dunia. Berikut 5 berita gereja menghebohkan sepanjang tahun 2015 yang berhasil dirangkum.1.Pertobatan Anggota Teroris ISISSepanjang tahun 2015, kelompok teroris ISIS selalu menjadi pemberitaan menghebohkan di kancah internasional. Aksi brutal kelompok ini membuat negara-negara di bagian Timur Tengah risau, tak terkecuali dengan orang-orang Kristen di antaranya. Namun, secara mengejutkan berita pertobatan beberapa mantan teroris ISIS yang diangkat oleh Jawaban.com akhirnya mendapat respon yang menghebohkan umat Tuhan. Ini dianggap peristiwa penting karena menjadi bukti bahwa Tuhan mengasihi setiap orang, termasuk teroris ISIS. 2.Legalisasi Pernikahan Sesama JenisIsu pernikahan sesama jenis sudah santer diberitakan sejak Juni 2015. Hal yang paling mengejutkan gereja adalah adanya sejumlah gereja yang dengan terang memberikan dukungan dan ijin pemberkatan pasangan sesama jenis. Atas kondisi ini, seluruh gereja di dunia memutuskan untuk duduk bersama dan menetapkan status antara mendukung atau menolak pernikahan sesama jenis. Hingga saat ini, pernikahan sesama jenis masih terus menjadi persoalan gereja Tuhan karena sebagian besar gereja memiliki pandangan berbeda menyikapi penyimpangan seksual ini. 3. Konflik Pembakaran Gereja di Aceh Singkil                Insiden Aceh Singkil terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2015 silam. Insiden ini awalnya mencuat setelah adanya rencana pembongkaran sejumlah gereja yang tidak berizin (illegal). Namun sejumlah massa secara brutal membongkar dan membakar salah satu gereja di Aceh Singkil. Akibatnya salah satu massa tewas tertembak. Pasca kejadian itu, konflik antar agama semakin memanas, ribuan warga Aceh Singkil terpaksa mengungsi ke luar daerah. Konflik masih terus terjadi sepanjang sepekan lamanya. Namun, pemerintah provinsi Aceh dan Bupati Aceh Singkil segera bertindak meredakan konflik. 4. Konflik Tolikara PapuaSebuah insiden berbau agama sempat menjadi pembicaraan menghebohkan di tanah air. Pada Jumat, 17 Juli 2015 silam, terjadi insiden pembakaran musala di Kabupaten Tolikara, Papua. Hal ini diduga keras dilakukan oleh jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Papua. Akibat dari kejadian ini, baik umat Kristiani dan Muslim di seluruh tanah air berlomba menyampaikan opini, saling menyalahkan dan mengobarkan kebencian antar agama. Untungnya, konflik ini mereda setelah mendapat sambutan positif dari tokoh agama Papua untuk menggelar dialog terbuka. Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga segera melakukan tindakan cepat untuk menyelesaikan konflik dengan cara dialog terbuka seluruh tokoh lintas agama di Istana Negara. 5. Korupsi Pendeta SingapuraPada bulan Oktober 2015 lalu, Pendeta Gereja City Harvest, Kong Hee dinyatakan bersalah setelah melakukan tindakan penggelapan dana gereja. Bersama lima tokoh gereja lainnya, Kong Hee didakwa atas penipuan sebesar USD 50 juta. Kong Hee terbukti menggunakan dana gereja sebesar USD 24 juta untuk menyokong karir bermusik istrinya, Ho Yeow Sun di Amerika Serikat. Setelah menjalani proses hukum, Kong Hee dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.Semoga peristiwa-peristiwa ini bisa menjadi pelajaran penting bagi gereja dan seluruh umat Tuhan di belahan dunia. Mari berdoa agar tahun 2016, kita tetap berpengharapan agar kiranya kehendak Tuhan yang jadi atas gereja dan juga perdamaian di dunia. Selamat menyongsong tahun yang baru! (jb.com/d)


Tag:

Berita Terkait

Agama Kristen

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Agama Kristen

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Agama Kristen

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Agama Kristen

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Agama Kristen

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Agama Kristen

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS