BI Minta Masyarakat Jaga dan Rawat Uang Rupiah

Redaksi - Selasa, 25 Februari 2020 20:32 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_7027_BI-Minta-Masyarakat-Jaga--dan-Rawat-Uang-Rupiah.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: SIB/Dok
ANTRE : Masyarakat mengantre untuk menukarkan uang lusuh dan rusak di Binjai. 

Medan (SIB)

Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat memanfaatkan layanan Kas Keliling BI untuk penukaran uang lusuh dan rusak secara gratis.

"Layanan penukaran dilakukan di sejumlah pasar yakni Pasar Pringgan pada hari ini, 25 Februari dan Pasar Setia Budi 27 Februari 2020," kata Kepala BI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Ia mengatakan, salahsatu tugas utama BI adalah menjaga dan memastikan uang rupiah selalu tersedia di masyarakat di seluruh NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dalam jumlah dan pecahan denominasi yang diperlukan masyarakat.

"Uang yang ada di masyarakat tersebut juga harus dijamin masih layak edar dan tidak lusuh, kumal atau lecek," ujar Wiwiek

Dikatakannya, dalam menjaga dan memastikan tugas BI tersebut, pihaknya selalu melakukan penukaran uang keliling di seluruh pelosok NKRI secara berkelanjutan.

"Dengan penukaran keliling atau Kas Keliling ini maka masyarakat yang akan menukarkan uang lusuh dapat melakukan dengan baik," ucapnya.

Wiwiek menjelaskan, penukaran kas keliling tersebut bisa dilakukan di berbagai tempat atau lokasi-lokasi keramaian yang banyak dikunjungi masyarakat, seperti pasar, alun-alun kota, instansi-instansi pemerintah, maupun tempat-tempat lain yang banyak kegiatan masyarakat.

Menurut Wiwiek, masyarakat sangat antusias dengan penukaran kas keliling tersebut. Bahkan masyarakat rela berdiri beberapa waktu dalam situasi yang panas untuk dapat menukarkan uang lusuhnya dengan uang baru.

Bahkan tidak jarang masa penukaran kas keliling diperpanjang, karena minat masyarakat masih sangat tinggi.

Ia mengatakan, frekuensi pelaksanaan kas keliling dalam seminggu rata-rata tiga kali. Setiap pelaksanaan penukaran kas keliling biasanya membawa uang baru Rp2 miliar sampai Rp5 miliar.

"Jadi dalam satu bulan lebih kurang Rp8 miliar sampai Rp 20 miliar," katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat uang rupiah dengan melakukan "5 Jangan", Jangan dicoret-coret, Jangan dilipat, Jangan dibasahi, Jangan diremas dan Jangan distapler. (*)

Editor
:

Berita Terkait

Berita Terkini

Era Baru AI Phone, 400 Juta Warga Dunia Gunakan Kecerdasan Buatan Samsung

Berita Terkini

Polres Belawan Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Kelurahan Tangkahan

Berita Terkini

Henry Jhon Hutagalung Minta Wali Kota Jangan Persempit Ruang Jualan Daging Babi

Berita Terkini

Masyarakat Saribudolok Minta PLN Tidak Memadamkan Listik Selama Ramadan

Berita Terkini

Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Asmara subuh

Berita Terkini

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo