HT Erry Nuradi Hadiri Launching Buku "Soekirman, Jejak Sang Pelayan Rakyat"

Redaksi - Jumat, 22 Mei 2020 15:18 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir052020/_9105_HT-Erry-Nuradi-Hadiri-Launching-Buku--quot-Soekirman--Jejak-Sang-Pelayan-Rakyat-quot--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto Dok/ Diskominfo Sergai
SERAHKAN : Bupati Sergai  H Soekirman, disaksikan HT Erry Nuradi  menyerahkan buku "Soekirman, Jejak Sang Pelayan Rakyat," kepada tokoh pemekaran Kabupaten Sergai, H OK David Purba, Kamis (21/5/2020). 

Sergai (SIB)

Mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H Tengku Erry Nuradi, didampingi putra sulungnya, Tengku Ryan Novandi menghadiri launching buku "Soekirman, Jejak Sang Pelayan Rakyat," Kamis (21/5/2020) malam, di kediaman pribadi Bupati Serdangbedagai (Sergai) H Soekirman di Kelurahan Batangterap, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai).

Buku tersebut memuat sepak terjang Soekirman, baik sebagai seorang aktivis maupun sebagai birokrat dari sudut pandang para penulis yang berasal dari berbagai latar profesi seperti, mantan Gubernur Sumut yang juga pernah menjabat Bupati Sergai Dr HT Erry Nuradi MSi, berpasangan dengan Soekirman sebagai wakil bupatinya.

Selain Erry Nuradi, ada juga sosok Agus Marwan SIP MSP Sekjen Forum Masyarakat Literasi Indonesia (Formalindo), Eric Hutasoit SE seorang pekerja komunikasi dan advocat, Dr Shafwan Hadi Umry MHum dosen dan sastrawan dari Sumut, Faisyal Riza SAg MA pengamat politik dan dosen pemikiran politik Islam di UIN Sumut,

Selain itu, ada Abdul Firman Kursin SPd MPd aktivis masyarakat sipil dan pengamat politik, Iswan Kaputra SKom MSi aktivis sosial, Wahyudi SSos aktivis masyarakat petani, Baringin Lumbangaol SE dari kalangan jurnalis, Dr Purwadi SS MHum staf pengajar bahasa Jawa di Universitas Jogyakarta, dan Taslim Moeis SPsI MBA CBA analis bakat dan Managing Director TMC Indonesia.

Erry Nuradi dalam testimoninya mengisahkan sosok Soekirman sebagai mitra kerja yang menyenangkan, rendah hati, sederhana, tahu menempatkan diri, dekat dengan masyarakat, intelektual dan mengakar ke bawah.

Dikatakannya, Soekirman seorang pekerja yang ulet, pantang menyerah, tidak pernah berselisih dengan pimpinan dan mengerti tugas dan fungsi sebagai wakil bupati.

"Dalam.buku ini saya menuliskan, Soekirman ini sosok yang multi toleransi. Memegang prinsip-prinsip seperti kata kiasan, tajam tidak melukai dan pintar tidak menggurui, uang berkaki delapan serta nerimo dan ikhlas. Yang tahu akan kiasan-kiasan tersebut, pasti akan mengerti. Dasar inilah yang menjadikan pasangan kami masuk dalam pasangan bupati dan wakil bupati terharmonis hingga akhir masa jabatan," terang Erry Nuradi.

Agus Marwan yang juga penulis sekaligus editor buku tersebut dalam testimoninya mengatakan, buku ini dibuat secara gotong-royong di masa pandemi Covid-19 dan selesai dalam kurun waktu satu setengah bulan.

"Kalau ingin mengenal sosok Soekirman lebih dekat lagi, cukup membaca buku ini," kata Agus Marwan.

Para penulis lainnya juga menjelaskan sepak terjang seorang Soekirman sejak menjadi guru, seorang aktivis NGO, pemerhati pertanian dan lingkungan, dosen pertanian di USU, hingga menjadi birokrat dengan menjabat Wakil Bupati dan Bupati Sergai.

Soekirman menyampaikan, tulisan dalam buku ini merupakan potret dirinya berdasarkan sudut pandang orang-orang dari berbagai latar profesi yang memiliki pengalaman dan kisah dalam memandang sosok dirinya.

"Melalui buku ini saya merasa dipotret dan dinilai oleh orang yang selama ini tidak pernah saya duga. Ibarat seorang tukang pangkas atau fotografer, sehebat apapun kemampuannya, ia tidak bisa memangkas ataupun memotret dirinya sendiri. Ia butuh orang lain untuk memangkas atau memotretnya, agar ia tahu bagaimana ia adanya," ungkap Soekirman.(*)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Terkini

Kades Tanjungharap Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp100 Juta

Berita Terkini

Dukung Pesantren Kilat IRMSAPS, Bupati Sergai Tekankan Pentingnya Etika Generasi Muda

Berita Terkini

Hari Pertama Bertugas, Kasi Intel Kejari Sergai Terima Kunjungan Forwaka

Berita Terkini

Suhu Sergai 23–29°C, BPBD: Belum Ada Tanda Cuaca Ekstrem

Berita Terkini

Sambut Pengurus Baru PWI, Kapolres Sergai Tegaskan Kemitraan Pers–Polri

Berita Terkini

Ruko Dua Lantai di Tanjungberingin Hangus Terbakar