Simalungun (SIB)
Ketua Komisi IV DPRD Simalungun Binton Tindaon mengatakan, metode pembelajaran tatap muka bagi anak-anak sekolah masih berisiko meskipun menerapkan protokol kesehatan.
"Kabupaten Simalungun masih zona merah. Oleh sebab itu, Pemkab Simalungun melalui Dinas Pendidikan harus matang memikirkan kapan dimulai pemberlakuan belajar mengajar dengan tatap muka," kata Tindaon via telepon seluler, Minggu (19/7/2020).
Menurut politisi Partai Golkar itu, banyak aspek yang menjadi pertimbangan bila dibuka kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Keselamatan peserta didik menjadi atensi paling mendasar.
"Kita belum yakin bisa 100 persen terhindar dari wabah Covid-19, walaupun belajar tatap muka menerapkan protokol kesehatan," ujar Tindaon.
"Anak kecil itu agak sulit diatur. Misalnya, jaga jarak dan pakai masker. Mereka suka bermain, apalagi sesama teman-teman sekolah. Nah, di sini yang tidak bisa dikendalikan," imbuhnya.
Ia menambahkan, pembelajaran tatap muka sebaiknya dikaji terlebih dahulu dengan serius, dengan melibatkan stakeholder. Potensi penularan Covid-19 harus dihindari. (*)