Tebingtinggi (SIB)
Ketua Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Tebingtinggi, Toni Nainggolan meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tebingtinggi dan Dinas Pendidikan membahas strategi pembelajaran tatap muka dimasa Pademi Covid-19.
"Belajar daring sudah begitu lama dan dianggap tidak efektif bagi anak didik, sehingga harus sesegera mungkin mencari solusinya," kata Toni Nainggolan kepada SIB, Sabtu (10/10/2020).
Nainggolan mengatakan sepakat dengan anggota DPRD Tebingtinggi, Kaharuddin Nasution yang mengatakan pembelajaran melalui daring tidak efektif. Sebagaimana yang dimuat Harian SIB, 'Belajar di Tengah Pademi Covid-19, Pemko Tebingtinggi harus mempersiapkan diri'.
"Saya sependapat dengan Kaharuddin, bahwasanya dalam pembelajaran tatap muka diperlukan sarana prasarana protokol kesehatan seperti pembuatan Bulkhead (Sekat Pembatas)," kata Nainggolan.
Menurutnya, selama pademi Covid-19, anak didik tidak dapat memahami secara keseluruhan materi pembelajaran yang diberikan. Kemampuan orang tua untuk mendampingi dalam belajar sangat terbatas.
"Sudah pasti berbeda cara pendampingan belajar yang dilakukan guru dibandingan orang tua. Jika dibiarkan terlalu lama belajar daring, dikhawatirkan kualitas anak dalam dunia pendidikan akan menurun," ungkapnya.
Nainggolan berharap adanya respon cepat dari DPRD Tebingtinggi untuk menyelamatkan dunia pendidikan, khususnya bagi anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD). Dimana mereka (Pelajar SD) masih membutuhkan pemahaman dalam belajar baik itu membaca atau menulis. (*)