Mendikbud Sebut Lulusan SMK Masih Sulit Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

Redaksi - Kamis, 18 Maret 2021 20:34 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032021/_2057_Mendikbud-Sebut-Lulusan-SMK-Masih-Sulit-Menjawab-Kebutuhan-Dunia-Kerja.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Foto SIB/Wilfrid)
VIRTUAL: Penjabat  Sekda Kota Binjai H Irwansyah Nasution didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sri Ulina Ginting, Rabu (17/3/2021) di BCC (Binjai Comand Center) Jalan Jendral Sudirman Binjai.

Binjai (SIB)

Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMK) masih sulit menjawab kebutuhan dunia kerja. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada peluncuran "Program Merdeka Belajar episode 8: SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Pusat Keunggulan" yang diselenggarakan secara virtual.

Peluncuran secara virtual diikuti Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Binjai H Irwansyah Nasution SSos didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sri Ulina Ginting SPd, Rabu (17/3/2021) di BCC (Binjai Comand Center) Jalan Jendral Sudirman Binjai.

Disampaikan bahwa faktor yang membuat hal itu terjadi adalah kesempatan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas SMK untuk bisa sesuai dalam menghasilkan lulusan yang dibutuhkan dunia kerja masih sedikit.

Lalu, sinergi antar pemangku kepentingan seperti sekolah vokasi dengan dunia kerja, perusahaan dan industri ini masih kurang partisipasinya. Hal lainnya adalah belum semua SMK mengembangkan kurikulumnya bersama dunia kerja, begitu pula dengan fasilitas yang sesuai standar.

Nadiem Makarim juga mengatakan beberapa sekolah kejuruan di dunia telah menghasilkan lulusan-lulusan kelas dunia dan langsung diserap pekerjaan, bahkan yang menciptakan lapangan pekerjaan. Tapi kenyataannya di Indonesia, hal seperti itu belum tercapai.

“Kita harus jujur dengan tantangan yang kita hadapi. Hari ini harus dikurangi. Jadi kita perlu solusi yang bisa satu jalan saja. Kita harus menemukan solusi yang komprehensif untuk menjawab semua tantangan yang ada di sini secara serentak", ujarnya.(*)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait