Ahok Sebut Kasus Gizi Buruk Terjadi Karena TBC atau HIV

* Pelajar yang Tawuran Bisa Tidak Naik Kelas
- Kamis, 02 Maret 2017 20:18 WIB
Jakarta (SIB)- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduga kasus gizi buruk yang terjadi di Jakarta disebabkan karena TBC."Ini gizi buruk ada beberapa hal, kalau nggak dari luar kota, pasti dia kena TBC atau HIV. Karena TBC cukup banyak di Jakarta," kata Ahok di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/3).Pernyataan ini disampaikan Ahok terkait dengan adanya penderita gizi buruk di Utan Kayu, Jaktim bernama Rollin.Ahok menyebut kasus gizi buruk biasanya terjadi karena kesulitan makan atau karena virus HIV. Namun Ahok menampik bila kasus gizi buruk di Jakarta terjadi karena kesulitan mendapatkan makanan."Kalau dia gizi buruk biasanya TBC karena kesulitan makan atau HIV. Jadi mesti dikategorikan yang mana dulu. Jakarta sebenarnya nggak ada cerita orang nggak makan, orang kita bantu semua kok," ujarnya."Tapi kalau HIV atau TBC ya gitu. Kita tuh rata-rata TBC tinggi," lanjutnya.Kasus gizi buruk dialami Rollin (16) warga Utan Kayu. Dia sudah menderita gizi buruk sejak umur 10 tahun. Selain gizi buruk, Rollin juga diketahui menderita sakit paru-paru basah.Saat ini, Rollin sudah mendapat bantuan perawatan dari Pemprov DKI di RSUD Budhi Asih.Bisa Tidak Naik KelasSementara itu tawuran antar pelajar masih terjadi di Jakarta. Terakhir, tawuran terjadi di fly over Pasar Rebo, Jakarta Timur dan menewaskan satu siswa.Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerapkan aturan tegas bagi siswa yang terlibat tawuran. Ahok mengatakan sanksi yang akan diberikan bagi siswa yang terlibat tawuran dari sanksi tidak naik kelas hingga pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP)."Kalau tawuran dia bisa nggak naik kelas, bisa dikeluarkan (dari sekolah), bisa cabut KJP," kata Ahok."Itu sudah Protapnya (Prosedur tetap)," lanjutnya.Sebelumnya, tawuran terjadi di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tawuran itu terjadi antar tiga sekolah yakni antara SMK Budi Murni 4 dan SMK Bunda Kandung berhadapan dengan siswa SMK Adi Luhur 2. Siswa bernama Ahmad Andika Baskara (17) meninggal akibat peristiwa itu. Saat ini polisi sudah menangkap empat orang dari kejadian tersebut."Sudah ditangkap empat orang kemarin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (27/2) lalu. (detikcom/l)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

Ledakan Toko Kembang Api di Hubei Tewaskan 12 Orang saat Libur Imlek

Dalam Negeri

Harga Daging Meugang Ramadan 1447 H di Guntingsaga Labura Tembus Rp160.000 per Kg

Dalam Negeri

SBY Lelang Lukisan Kuda Api, Tembus Rp 6,5 Miliar untuk Bantuan Kemanusiaan

Dalam Negeri

Polsek Pancurbatu Gerebek Sarang Narkoba dan Judi di Sibolangit, Tiga Pria Diamankan

Dalam Negeri

Kejari Nisel Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Telukdalam

Dalam Negeri

Relawan PRCLH Bersihkan Sungai di Sergai, Hampir Satu Ton Sampah Diangkut