Jakarta (SIB)- Direktur Penyidik KPK, Aries Budiman membantah soal dirinya bertemu dengan anggota DPR. Ia juga menegaskan tidak pernah menerima uang Rp2 miliar dari siapa pun."Tuduhan kepada saya itu, saya satu pun anggota DPR nggak ada yang saya kenal. Satu-satunya nya yang saya kenal Wenny Warouw (Gerindra) karena beliau direktur saya waktu saya penyidik cyber crime di Polda di Mabes Polri. Tapi beliau nggak kenal saya," ujar Aries di rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pansus Angket KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8).Dia menjelaskan selalu berusaha melaksanakan perannya dengan baik. Menurut Aries tuduhan-tuduhan itu hanya ingin menjatuhkan kredibilitasnya."Saya bisa jamin tidak pernah menerima uang Rp 2 miliar. Siapa pun yang menuduh saya punya agenda tertentu kepada saya, KPK atau Polri tempat saya bernaung," kata dia.Aries menjelaskan kegiatannya hanya seputar di rumah dan kantor. Bahkan dia tidak mau dikenal publik agar tidak terganggu kegiatannya dengan keluarga."Saya selalu menghindar. (Aktivitas hanya di) rumah saya-rumah kantor. Hari Minggu saya jalan dengan keluarga saya. Saya memang tidak mau terekspos media karena saya tidak mau terganggu. Hari ini saya pertama tampil," tegas Aries.Dalam rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani yang dibeberkan di persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Senin (14/8), Miryam sempat menyebut temannya di Komisi III DPR bertemu dengan 7 orang penyidik dan pegawai KPK. Kemudian Miryam menulis di secarik kertas. Inilah yang kemudian disodorkan kepada Novel Baswedan, penyidik KPK.Novel menanggapi dengan sebutan 'Pak Direktur (KPK)'. Dalam percakapan itu Miryam sempat bercerita pernah diminta uang Rp 2 miliar yang diduga terkait pengamanan kasus e-KTP. Diketahui jabatan Direktur Penyidikan KPK kini dijabat oleh Aries Budiman.Kemudian Aries berinisiatif untuk diperiksa pengawas internal KPK. Kepada pengawas, dia menyatakan tidak pernah melakukan pertemuan seperti yang dituduhkan."Secara prinsip diterangkan tidak ada pertemuan antara Direktur (Penyidikan KPK) dengan Anggota Komisi III DPR, dan bahkan Direktur mengatakan tidak mengenal anggota DPR," terang Jubir KPK Febri Diansyah, Minggu (20/8). (detikcom/h)