Fahri Hamzah Kritik Pesta Pernikahan Kahiyang-Bobby

- Rabu, 08 November 2017 16:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB) -Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pesta pernikahan putri Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution. Fahri menyayangkan jumlah undangan yang mencapai lebih dari seribu tamu."Dulu katanya nggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih, gitu loh," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11).Menurut Fahri, pesta tersebut lebih baik dilangsungkan dengan sederhana. Jokowi, kata Fahri, dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membuat pesta yang sederhana itu. Dia menyarankan Jokowi membuat video blog atau vlog saja."Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana sajalah. Sederhanalah, bikin pesta kecil di rumah, (undang) teman-teman. Sekarang kan ada Twitter, ada vlog, pakai itu ajalah. 'Anak gua lagi kawin nih'," sebut Fahri."Itu asyik aja. Make it fun, gitu loh. Bikin asyiklah yang begini-begini," imbuh dia.Menurut Fahri, pesta pernikahan memang sebaiknya sederhana. Pesta pernikahan, kata Fahri, hanyalah sesi mengumumkan bahwa sejoli telah jadi muhrim agar tak menjadi fitnah di kemudian hari."Sunah itu kan syiarnya memberi tahu orang bahwa kita sudah ada menikah. Supaya, kalau anak kita nanti jalan berdua sama orang gitu kan (disebut) bukan muhrim, kita bilang dia udah nikah, nggak apa-apa dia jalan. Pengumumannya di Twitter aja. Ya... atau vlog, kan bagus. Asyik kan zaman sekarang," terang Fahri.Luhut: Saya Ingin Lihat Fahri Nikahkan PutrinyaMenanggapi kritikan Fahri Hamzah, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan membela Jokowi."Ya nggak jugalah, orang banyak yang gitu. Masak orang nikah mesti diomongi," kata Luhut di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (7/11).Luhut meminta Fahri melihat sendiri jalannya pernikahan putri Jokowi. Dia jadi penasaran apabila Fahri menikahkan putrinya."Itu kan yang ngomong, ya suruh lihat sendiri. Ntar saya pingin lihat kalau dia nikahin putrinya gimana," ucapnya.Fahri Jawab LuhutMenjawab pernyataan Luhut Panjaitan, Fahri sendiri mengaku sudah punya rencana jika menikahkan anaknya. Dia akan membuat pesta sederhana saja, mengacu pada batasan jumlah undangan pesta pernikahan yang termaktub dalam Surat Edaran MenPAN-RB tentang Gerakan Hidup Sederhana."Dulu katanya ada edaran begitu. Saya udah bilang sama anak saya, tapi kan masih belum (nikah), saya bilang, 'ntar kalau kamu nikah, bilangin ama itu orang (pasangan), nggak akan besar-besar," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11).Fahri akan merayakan pesta pernikahan anaknya sesederhana mungkin, kalau bisa hanya melibatkan dua keluarga besar yang sedang berbahagia saja. Bahkan, soal pengumuman acara itu, dia berencana nanti hanya akan mengumumkan di Twitter saja."Ini keluarga besar saja dari dua keluarga besar kita. Yang lain kita Twitter aja," ucap dia.Ini Kata MensesnegSementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menanggapi soal batasan undangan yang diatur dalam SE Nomor 13 Tahun 2014 itu."Ya ini (pernikahan Kahiyang) kan anulah ya, bahwa masyarakat Solo ikut bergembira," kata Pratikno di gedung Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, tak jauh dari rumah Jokowi, Selasa (7/11).Gedung ini akan menjadi tempat pesta pernikahan Kahiyang-Bobby pada Rabu (8/11). Pratikno menyatakan dia selalu melaporkan perkembangan tentang persiapan penyelenggaraan acara mantu ini kepada Jokowi."Saya bertanggung jawab untuk isu keprotokoleran," kata Pratikno.Meski menanggapi soal SE MenPAN-RB yang dirilis pada era Menteri Yuddy Chrisnandy itu, Pratikno tak mau menanggapi langsung komentar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

PGRI Kota Medan Programkan Pengembangan Kompetensi Guru Hadapi Tuntutan Digitalisasi Pendidikan

Dalam Negeri

Wali Kota Mahyaruddin Mohonkan Penerbitan Sertifikat Pulau di Tanjungbalai Ke Kanwil BPN Sumut

Dalam Negeri

Polres Simalungun Raih Juara 1 Call Center 110 se-Sumut

Dalam Negeri

15.831 Kasus TB Diobati Sepanjang 2025, Dinkes Medan: 65 Persen Pasien Sembuh

Dalam Negeri

Harga Cabai Kembali Terpuruk Setelah Sempat Naik Tajam

Dalam Negeri

Sekdakab Tapteng Lantik Direktur PT. Sarana Pembangunan Tapian Nauli