Panglima-Mendikbud Teken MoU, Bakal Ada ‘Tentara Masuk Sekolah’

- Selasa, 05 Desember 2017 16:42 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib_Panglima-Mendikbud-Teken-MoU--Bakal-Ada--Tentara-Masuk-Sekolah-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Wildan-detikcom
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Mendikbud Muhadjir Effendy teken MoU.
Jakarta (SIB) -Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Mendikbud Muhadjir Effendy menandatangani kerja sama tentang Perluasan dan Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Kebudayaan. TNI akan terlibat dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kemendikbud termasuk program Tentara Masuk Sekolah.Penandatanganan kerja sama itu digelar di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12). Muhadjir Effendy mengatakan kerja sama dengan TNI sebenarnya sudah berlangsung lama dan bagus."Kita evaluasi kerja sama selama ini kemudian kita membuat penyempurnaan-penyempurnaan dalam banyak hal terutama terkait program Kemendikbud yaitu program unggulan Penguatan Pendidikan Karakter," kata Muhadjir di lokasi.Dilanjutkan Muhadjir, sebagaimana kata Jenderal Gatot, wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan akan diutamakan. Selain itu, Mendikbud juga meminta TNI membantu untuk sekolah reguler juga."Kita tahu hampir setiap desa ada aparat babinsa dan setiap kecamatan ada koramil, ada personel-personel yang nanti kita bisa bikin program Tentara Masuk Sekolah. Prajurit masuk sekolah yang melatih berbagai macam kegiatan di sekolah termasuk ekstra kurikuler misalnya baris berbaris, paskibra dan seterusnya," ujarnya.Muhadjir menuturkan saat ini sudah ada sekitar 2.000 personel TNI yang membantu. Namun, Muhadjir mengaku belum bisa mendata lebih lengkap."Makanya dengan adanya kerja sama ini kita bisa saling tukar data," ujrnya.Sementara itu, Jenderal Gatot menyatakan pihaknya hanya membantu dalam Kemendikbud dalam program ini. Keterlibatan prajurit TNI ini diharapkan semua masyarakat bisa mengenyam pendidikan sesuai dengan apa yang digariskan Mendikbud.Gatot menjelaskan jumlah prajurit yang akan dikerahkan membantu tergantung kebutuhan dari Kemendikbud. Namun, Gatot memprioritaskan lokasi-lokasi terpencil."Kan ini (jumlah personel) tergantung kebutuhan. Saya katakan tadi tempat terpencil, terdepan dan terluar. Nah tempat tempat ini yang nanti diisi. Saya belum tahu jumlahnya," ujarnya. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

Bupati Humbahas Panen Kentang Bersama BUMDes Sipalakki Makmur

Dalam Negeri

Tersangka Korupsi Dana BTT Dinkes Batubara Rp 1,1 M Bertambah Jadi 5 Orang

Dalam Negeri

Kejari Gunungsitoli Tahan Konsultan Pengawas Korupsi Proyek Puskesmas Nias Barat

Dalam Negeri

Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang

Dalam Negeri

Polda Sumut Siagakan Ribuan Personel Amankan Ramadan 1447 H

Dalam Negeri

Ramadan 1447 H, Polresta Deliserdang Gelar Patroli Subuh Cegah C3