Pesan KPAI ke Pendatang Agar Tak Timbulkan Masalah Bagi Anak

- Rabu, 20 Juni 2018 17:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Jakarta (SIB) -Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto punya pesan khusus kepada para pemudik yang berniat membawa kerabatnya mengadu nasib di kota. Susanto berpesan agar tidak membawa kerabat yang tak punya keahlian tertentu.

"Jika ingin ke Jakarta atau kota besar lain, hindari membawa keluarga dan kerabat yang non-skill. Karena bisa menimbulkan masalah baru di kota-kota tujuan. Hal ini untuk menghindari potensi pengangguran dan masalah sosial lain," kata Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (19/6).

"Pengangguran sering kali menimbulkan masalah anak seperti penelantaran, putus sekolah, dan masalah anak lainnya," ujar Susanto.

Susanto juga berpesan kepada warga dari daerah yang ingin ke kota dengan membawa keluarga. Dia berpesan hal utama yang harus dipastikan adalah tempat tinggal layak. Selain itu, pastikan dokumen-dokumen, seperti akta kelahiran anak dan kartu keluarga (KK) dibawa.

"Hindari tinggal di kolong jembatan, lokasi penampungan sampah, pinggir rel kereta api, dan sungai serta tempat-sempat berbahaya lainnya. Hal ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Pastikan identitas anak yang lengkap, seperti akta kelahiran, KTP orang tua, KK, serta identitas lain yang diperlukan. Hal ini untuk memastikan pemenuhan hak dasar anak, termasuk pendidikan," papar Susanto.

Susanto juga mengingatkan warga daerah yang ingin mencari pekerjaan di kota waspada terhadap orang-orang yang mengaku bisa memberikan pekerjaan. Dia tak lupa memberi pesan kepada keluarga yang membawa pengasuh dari daerah.

"Hati-hati dalam melamar pekerjaan. Hal ini untuk menghindari modus memanfaatkan pendatang baru. Jika membawa tenaga pengasuh dari kampung, pastikan memiliki rekam jejak yang baik dan bukan pelaku kekerasan terhadap anak. Hal ini untuk mencegah maraknya kasus anak di kota-kota tujuan, baik penculikan, kekerasan, maupun trafficking," terang Susanto.

Pesan terakhir, pertimbangkan kembali jika berniat mengadu nasib ke kota. Menurutnya, kota bukan satu-satunya tempat terbaik untuk memperbaiki nasib keluarga.

"Banyak potensi-potensi desa dan daerah yang saat ini membutuhkan pelopor inovatif di desa. Ingat! Banyak orang-orang sukses berawal dari mengembangkan dan menginovasi potensi-potensi lokal di desanya," terang Susanto. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

BUMNag Pematang Doha Panen Perdana 11 Ton Jahe

Dalam Negeri

Dinkes Sumut Pastikan Pembiayaan Bayi ANZ di RS Adam Malik Ditanggung Pemerintah Provinsi

Dalam Negeri

Polres Simalungun Peringati Isra Mi'raj 1447 H

Dalam Negeri

IRT di Batubara Desak Polisi Tangkap Terduga Pelaku Cabul Anaknya

Dalam Negeri

Unit Intel Kodim 0207/SML Bongkar Jaringan Sabu di Dua Lokasi, Tujuh Orang Diamankan

Dalam Negeri

Program Makan Bergizi Gratis, Launching SPPG di Buluh Pancur Karo