Menaker Ingatkan Perilaku di Medsos Bisa Pengaruhi Penerimaan Kerja

- Jumat, 20 Juli 2018 16:47 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Medan (SIB) -Era ekonomi digital turut memengaruhi perubahan berbagai model bisnis. Untuk itu, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengingatkan dunia industri untuk menyiapkan strategi transformasi industri, agar bisnisnya tidak mengalami business shock (guncangan).

"Kita harus membuat strategi atau skema perubahan dalam dunia industri sehingga kita mampu mengantisipasi dampak negatif dalam era ekonomi digital," kata Hanif seperti dilansir dari Metro TV, Jumat (6/7).

Kelengahan dunia industri dalam mengantisipasi dampak ekonomi digital dapat menyebabkan dunia industri terjebak dalam business shock. Business shock ini meliputi dua hal, pertama industrial shock.

"Jangan sampai industri kalah bersaing, tidak relevan dalam era perubahan yang cepat dan akhirnya tutup," katanya.

Kedua, manpower shock. Hal ini dikarenakan ekonomi digital turut mempengaruhi karakter pekerjaan di masa depan.

"Oleh karenanya, mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat kita harus bertransformasi dalam mengantisipasi perubahan yang penuh tantangan," katanya menegaskan.

Karena kan ekonomi digital mempengaruhi perubahan karakter pekerjaan, Hanif pun mengingatkan agar strategi transformasi industri tersebut mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan.

Pemerintah juga melakukan berbagai kajian untuk mengantisipasi berbagai jenis pekerjaan yang akan hilang di masa depan maupun jenis pekerjaan baru yang akan muncul.

"Oleh karenanya, sinergi dan kerja sama dari pemerintah, dunia industri dan pekerja itu sendiri menjadi sangat penting untuk kita tetap bertahan," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Hanif menegaskan pentingnya triple skilling untuk menghadapi manpower shock, yakni skilling, upskilling dan reskilling. 

Skilling ditujukan bagi masyarakat yang belum terampil. Upskilling digunakan untuk meningkatkan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.

Reskilling bertujuan untuk memberi keterampilan baru kepada masyarakat yang keterampilannya sudah tidak relevan dengan kebutuhan dunia industri.

"Inilah yang pemerintah siapkan antisipasinya, sehingga bisa tercipta long life learning dan long life employability," ucapnya. (A14/q)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

BCA Singapore Airlines Travel Fair Hadir di Medan, Tawarkan Beragam Promo Menarik

Dalam Negeri

Polres Labuhanbatu Lakukan Pam Eksekusi dengan Humanis

Dalam Negeri

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Perkuat Kolaborasi Dorong Perekonomian Masyarakat Desa

Dalam Negeri

Kejari Tanjungbalai Canangkan Zona Integritas Menuju WBK Dan WBBM

Dalam Negeri

Bupati Labura Terima Piagam UHC Award di Jakarta

Dalam Negeri

Parit Dibongkar, Puluhan Pedagang Protes Datangi DPRD Deliserdang