World Peace Forum ke-7 Digelar, Bahas Toleransi-Kesejahteraan Dunia

- Rabu, 15 Agustus 2018 16:07 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir082018/hariansib_World-Peace-Forum-ke-7-Digelar--Bahas-Toleransi-Kesejahteraan-Dunia.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/FOTO ANT/Reno Esnir
KONPERENSI PERDAMAIAN DUNIA : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) bersama Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin (kelima kiri) dan Founder of Cheng Ho Multi Culture Education Trust Tan Sri Lee Kim

Jakarta (SIB) -Ratusan tokoh perdamaian dari berbagai negara berkumpul di Jakarta mengikuti The 7th World Peace Forum atau Forum Perdamaian Dunia ke-7. Agenda penting dalam forum ini adalah upaya mencari jalan tengah bagi peradaban dunia yang baru.

The 7th World Peace Forum digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama antar-agama dan antar-peradaban (UKP-DKAAP), serta Cheng Ho Multi Culture Education Trust.

Di lokasi tampak hadir para tokoh perdamaian dari berbagai negara. Tampak pula Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Ketua Panitia World Peace Group (WPC) Dr Mohammad Najib, dan Ketua CDCC yang juga UKP-DKAAP Din Syamsuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI Retno Marsudi mengatakan tidak mudah menggunakan pendekatan jalan tengah atau middle path approach untuk peradaban dunia yang baru. Ia mengatakan, perlu ada komitmen tinggi dalam melaksanakan pendekatan tersebut.

"Kita tahu bahwa mengarusutamakan middle path approach ini tidak mudah. Perlu komitmen yang tinggi dan perlu determinasi yang tinggi," kata Retno di lokasi acara.

"Ada beberapa hal yang saya highlight, at least ada tiga highlight bagaimana middle path approach ini dapat diimplementasikan. Pertama, bahwa middle path approach ini dapat diimplementasikan di dalam masyarakat yang terbuka dan toleran. Kedua, kesejahteraan rakyat, kesejahteraan semua orang itu akan mendukung pengarusutamaan middle path approach ini. Dan yang ketiga tentunya harus ada justice," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia World Peace Group (WPC) Dr Mohamad Najib menuturkan bahwa pendekatan jalan tengah merupakan pendekatan yang natural. Dia optimistis forum ini akan menghasilkan berbagai hal terbaik dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

"Pendekatan middle path adalah pendekatan yang natural dan kita melihat semua agama memiliki nilai-nilai ini. Karena itu, dengan penuh keyakinan dan dengan dukungan banyak pihak baik negara muslim maupun non muslim kami melaksanakan World Peace Forum ke-7 ini," ujar Najib.

The 7th World Peace Forum yang dihadiri oleh 63 negara dengan tema 'The Middle Path for The New World Civilization atau jalan tengah bagi peradaban dunia yang baru. Forum ini akan ditutup pada Kamis (16/8) mendatang. Dalam setiap sesi dialog akan dibahas bagaimana implementasi konsep jalan tengah dalam perspektif agama, ideologi nasional, ekonomi, politik, hingga budaya. (detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

Lapas TBA dan Imigrasi Resmikan Gerai UMKM Karya Warga Binaan

Dalam Negeri

Polres Samosir Gelar Rekonstruksi di Lapas Kelas III Pangururan, Wartawan Tidak Boleh Bawa Handphone

Dalam Negeri

Dukungan Investasi Tambang PT DPM Menguat di Dairi, Warga Minta Amdal Dipatuhi Ketat

Dalam Negeri

OTT KPK di Pekalongan Jateng, Bupati Ditangkap

Dalam Negeri

Satres Narkoba Bukber, Kapolrestabes Medan: Hidup-Mati Sekali, Sekali Hidup Harus Berarti

Dalam Negeri

KPPU Kanwil I Terima Audiensi Asosiasi Ahli Hukum Pencucian Uang