DPR Soroti Program Prioritas Pembangunan Industri

Redaksi - Rabu, 12 Februari 2020 21:06 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_3124_DPR-Soroti-Program-Prioritas-Pembangunan-Industri.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
suara.com
Ilustrasi 

Jakarta (SIB)

Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar menyatakan prioritas pembangunan industri nasional di sektor industri manufaktur sudah selayaknya didukung secara kritis, bertahap sambil tetap menjaga keterkaitan kesinambungannya.

Sebab, kata Marwan, sektor industri manufaktur juga diyakini akan banyak menyerap tenaga kerja siap pakai sehingga mampu mengundang investor serta berkontribusi terhadap pendapatan nasional dan pertumbuhan perekonomian. Sekaligus, diharapkan dapat menekan defisit neraca pembayaran dan neraca perdagangan.

"Selain bertugas mengawasi secara kritis, kami juga akan terus mendorong dan mengawal ketat sejumlah program prioritas pembangunan industri nasional yang sedang dan akan ditempuh pemerintah," kata Marwan di Gedung DPR RI, Jakarta dilansir Tv One, Selasa (11/2).

Marwan mengemukakan, lembaganya akan fokus pada aspek penyerapan tenaga kerja dalam program prioritas pembangunan industri nasional.

"Kami akan fokus menyoroti aspek seberapa besar penyerapan tenaga kerja yang dapat tercapai, termasuk dalam konteks meningkatkan keahlian dan daya saing sumber daya manusia di bidang perindustrian di era millenial saat ini dan ke depan," katanya.

Dia juga menyampaikan, aspek transformasi sektor industri manufaktur juga diharapkan mampu menopang pembangunan wilayah-wilayah industri baru di banyak lokasi di Sumatera, Kalimantan Selatan serta sejumlah lokasi lain di Madura, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan wilayah Papua Barat.

Selain itu, pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM) juga perlu mendapat perhatian serta dilibatkan secara khusus seiring pembangunan beberapa wilayah industri baru sebagai penggerak perekonomian di daerah.

Mantan Manteri Desa-PDTT itu juga mengingatkan, sesuai program prioritas Making Indonesia 4.0, infonya pemerintah fokus mengakselerasi sektor manufaktur melakukan transformasi ke arah industri 4.0 atau digitalisasi. Upaya strategis ini dinilai bisa meningkatkan produktivitas secara lebih efisien sehingga mampu mendongkrak daya saing.

Karena itu, Kementerian Perindustrian harus proaktif mengajak kalangan pelaku IKM melek atau mengakrabi dunia digital, bukan hanya buat industri skala besar saja.

"Yang jelas, komitmen Kementerian Perindustrian yang memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur mencapai angka 5,3 persen pada 2020, akan selalu kita tagih dan kawal terus," katanya. (M12/d)

Berita Terkait

Dalam Negeri

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Dalam Negeri

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Dalam Negeri

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Dalam Negeri

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Dalam Negeri

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Dalam Negeri

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal