Selain Selamatkan Anak-anak, TNI Taklukkan 18 Anggota Kelompok Milisi Kongo

Redaksi - Rabu, 10 Februari 2021 10:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir022021/_3748_Selain-Selamatkan-Anak-anak--TNI-Taklukkan-18-Anggota-Kelompok-Milisi-Kongo.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Foto: dok. Puspen TNI)
Menyerahkan diri: Prajurit TNI dengan anggota kelompok milisi di Kongo yang menyerahkan diri. 

Jakarta (SIB)

Pasukan TNI yang menjalankan misi menjaga perdamaian di Kongo tak hanya berhasil menemukan anak-anak yang hilang usai serangan kelompok milisi setempat. Pasukan TNI juga berhasil membuat 18 anggota kelompok milisi menyerahkan diri serta senjata api yang mereka kuasai.

"Tim Long Range Mission (LRM) Satgas Kontingen Garuda XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) MONUSCO pimpinan Kapten Arm Heri Sulistyanto berhasil menurunkan 18 milisi kelompok MM Kabeke," tulis TNI dalam situs resminya, dikutip pada Selasa (9/2).

Sebanyak 18 anggota kelompok milisi itu merupakan anak buah Mr Kaya Lazimoto. Mereka menyerahkan diri serta 10 pucuk senjata api jenis AK-47. Belasan anggota kelompok milisi ini juga menyerahkan busur serta anak panah.

Anggota kelompok milisi ini menyerahkan diri kepada TNI di Desa Nsela, Kongo pada Sabtu (6/2). Wakil Komandan Satgas RDB Mayor Infanteri Hadrianus Yossy S Buanan menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras anggota satgas.

"Telah banyak eks milisi yang menyerahkan diri, namun masih ada di antara mereka yang tetap bertahan di hutan," ucap Hadrianus.

Dia mengungkapkan, anggota kelompok milisi yang masih berada di hutan kerap merampok dan memeras warga. Hal tersebut dilakukan untuk bertahan hidup.

"Mereka aktif melakukan perampokan dan pemerasan kepada masyarakat desa Nsela untuk bertahan hidup", ujarnya.

Hadrianus menyampaikan pasukan TNI akan terus patroli dan melakukan pendekatan persuasif untuk memenangkan hati masyarakat di daerah misi. Hadrianus mencatat Satgas RDB telah berhasil menurunkan 348 orang milisi, 144 pucuk senjata, busur panah 85, anak panah 97, granat 1, sangkur 1 dan amunisi 436 butir peluru.

Sebelumnya, Kontingen Garuda XXXIX-B Rapid Deployable Battalion MONUSCO menyelamatkan anak-anak setempat yang sebelumnya dikabarkan hilang. Penyelamatan anak-anak yang hilang tersebut dilakukan lewat Operasi Kuda Putih.

Berdasarkan keterangan Penerangan Kostrad, prajurit TNI awalnya mendengar berita di radio lokal Kongo soal hilangnya 250 anak di Desa Muzuka, pedalaman Provinsi Maniema, Republik Demokratik Kongo. Sebelas kampung di sekitarnya juga kosong akibat serangan kelompok militan MM Malaika pada pertengahan bulan lalu.

"Komandan Satgas Indo RDB (Kontingen Garuda XXXIX-B Rapid Deployable Battalion MONUSCO) Kolonel Infanteri Daniel Lumbanraja memerintahkan Komandan COB Bendera Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya memimpin 70 personel terbaiknya dalam sebuah operasi yang bernama Operasi Kuda Putih," tulis Penkostrad di situs resminya, dikutip detikcom.

Operasi Kuda Putih dilakukan TNI dengan menyelidiki keberadaan anak-anak yang hilang dan memperhitungkan kekuatan kelompok MM Malaika. Setelah itu, Daniel menerbangkan pasukan menggunakan helikopter dan patroli via darat.

"Dengan patroli secara intens, satgas berhasil menemukan dan membawa kembali anak-anak dan masyarakat kembali ke desanya masing-masing," tulis Penkostrad. (detikcom/d)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

Richard Taruli Horja Tampubolon Disambut Haru Siswa St Fransiskus, TNI AD Siap Percepat Rekonstruksi Pascabanjir

Dalam Negeri

Pratikno Tinjau Banjir Tukka, Pemerintah Targetkan Pemulihan Dipercepat

Dalam Negeri

Jelang Imlek dan Ramadan, Polres Tebingtinggi Gelar Apel Pengamanan Terpadu

Dalam Negeri

Prajurit dan Alat Berat TNI AD Terus Bekerja Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli Tengah

Dalam Negeri

Apel Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Toba 2026 di Labuhanbatu-Labura Dimulai

Dalam Negeri

Babinsa Utan Kayu Dijatuhi Hukuman Berat Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Gunakan Spons