Menkum HAM: Teknologi Informasi Kata Kunci Hadapi Persaingan

Redaksi - Minggu, 28 Februari 2021 16:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir022021/_7647_Menkum-HAM--Teknologi-Informasi-Kata-Kunci-Hadapi-Persaingan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto SIB/Anton Panggabean
FOTO BERSAMA : Menkum HAM Yasonna Laoly (nomor 8 dari kiri) diapit Ketua Yayasan UHN Budi Situmorang, Rektor UHN Medan Haposan Sialagan, Rektor UHN Pematangsiantar Sanggam Siahaan, Sekretaris Yayasan UHN Hilman Pardede, Bendahara Harian Simson Ta

Medan (SIB)

Menkum HAM Yasonna Laoly mengatakan, dalam menghadapi persaingan, perguruan tinggi harus mengikuti perkembangan reformasi digitalisasi. Kecepatan teknologi informasi harus diikuti agar dapat bersaing dengan yang lain dan kecepatan itu merupakan kata kunci.

"Era sekarang, era reformasi digital. Kita harus mengikuti perkembangan reformasi digital agar kita tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi yang lain," ujar Yasonna yang juga Ketua Badan Pengawas Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) di Perpustakaan UHN, Sabtu (27/2) dalam ramah tamah dengan Ketua Yayasan UHN Budi Situmorang, Hilman Pardede (sekretaris), Simson Tampubolon (bendahara harian), Mina Angkasa, Rektor UHN Medan Haposan Siallagan, Rektor UHN Pematangsiantar Sanggam Siahaan, para wakil rektor dan dekan kedua universitas tersebut.

Disebutkan, UHN berkembang bila gereja, rektorat dan yayasan kompak dan saling bergandengan tangan. Gereja adalah induk, tidak bisa dilupakan.

Disisi lain, Yasonna juga menyinggung program pemerintah tentang food estate yang sedang digalakkan saat ini. Dia juga mempertanyakan, kenapa UHN tidak berpikir kesitu, ujarnya nada bertanya.

Yasonna di hadapan ketua yayasan, rektor, wakil rektor dan para dekan berjanji akan tetap membantu UHN sepanjang itu dapat meningkatkan kualitas dan kemajuan. Selain itu, para tenaga pengajar atau dosen harus memiliki kualitas, potensi dan standar kalau mau bersaing ke depan. SDM harus menjadi fokus.

"Bagaimana kita mau bersaing kalau kualitas dosen tidak memenuhi standar. UHN harus bisa 'bintang' dan centre of exelence," tegas Yasonna.

Untuk itu, mari tingkatkan kualitas baik melalui riset dan jangan jadikan pandemi covid-19 penghambat. "Walau covid-19, kita tidak boleh diam. Masalah tidak boleh menghalangi pencapaian target," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan UHN Budi Situmorang sepakat dengan Yasonna Laoly bahwa gereja, rektorat dan yayasan harus kompak. Dia mengajak, berlomba melakukan yang terbaik dengan tetap melakukan komunikasi tanpa mengabaikan profesionalitas.

"Kita harus kompak, saling berkomunikasi, yang jelek dibuang dan tetap profesional. Mari kita buka lembaran baru," ujar Budi yang juga Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN memberi motivasi.

Budi juga berjanji akan mengundang profesional di bidangnya untuk memotivasi UHN ke depan. Bahkan dalam pertemuannya dengan Menkum HAM di Jakarta beberapa waktu lalu juga membahas perkembangan UHN ke depan.

Selain itu kedua rektor juga memberikan paparan kampus masing-masing juga tanya jawab dan kegiatan ini mematuhi prokes. (R4B/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

SKMS GBKP, Pelayan Tuhan Itu Harus Komunikatif, Kreatif dan Inovatif

Dalam Negeri

Tanjungbalai Luncurkan Program “AI Power City”, Dorong Transformasi Pemerintahan Berbasis Kecerdasan Buatan

Dalam Negeri

Wabup Taput akan Manfaatkan IT Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Dalam Negeri

Industri Ponsel China Catat Kenaikan 22,1% pada Desember 2024

Dalam Negeri

Dedikasi Sukseskan PON XXI, Kabid TIK Polda Sumut Raih Pin Emas Kapolri

Dalam Negeri

Menkomdigi Minta Meta dan Google Hapus Ribuan Kata Kunci Judol